Lagi-lagi, Aplikasi Berbahaya Ditemukan Beredar di Google Play Store

Kompas.com - 06/02/2020, 09:11 WIB
Ilustrasi malware di Android. IstIlustrasi malware di Android.

KOMPAS.com - Aplikasi berbahaya seakan sulit musnah dari platform Android. Laporan terbaru dari VPN Pro, ada sebanyak 24 aplikasi "nakal" ditemukan di toko aplikasi Google Play Store.

Aplikasi berbahaya ini telah diunduh total 382 juta kali. Pada mulanya, VPN Pro mulai menyelidiki dugaan aplikasi "nakal" ini setelah mencurigai sebuah aplikasi VPN yang dibuat oleh Hi Security.

Setelah ditelusuri, pengembang aplikasi tersebut terafiliasi oleh sebuah perusahaan asal China bernama Shenzen Hawk, anak perusahaan perusahaan asal elektronik besar China TCL Corporation.

Dilaporkan Forbes, sebagian kepemilikian perusahaan ini adalah pemerintah China. TCL Corporation diketahui memiliki lisensi hak manufaktur dari beberapa pabrikan elektronik, seperti Alcatel dan Blackberry.

Setidaknya ada tiga aplikasi VPN yang dibuat Hi Security. Setelah dianalisa, aplikasi tersebut meminta izin yang berlebihan ke sejumlah aplikasi lain dan beberapa di antaranya memuat malware serta rougeware (antivirus palsu).

Baca juga: Hati-hati, 30 Aplikasi Android Ini Diam-diam Curi Data Pengguna

Misalnya saja, untuk aplikasi pemindai antivirus, aplikasi akan meminta izin akses ke kamera ponsel. Padahal logikanya, aplikasi antivirus tidak membutuhkan akses ke kamera, cukup memindai data di perangkat saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada pula aplikasi prakiraan cuaca yang terinfeksi malware yakni Weather Forecast yang diam-diam mengais jutaan data pengguna dan mengirimkannya ke sebuah server di China.

Beberapa aplikasi juga disebut membuka jendela browser diam-diam dan mengklik iklan dari halaman web tertentu.

Adapun beberapa aplikasi mencurigakan yang ditemukan VPN Pro adalah Super Battery, Super Cleaner yaang dikembangkan oleh by Hawk App.

Ada pula Net Master, Hi VPN, Hi Security yang dikembangkan oleh by Hi Security. Kemudian Candy yang dikembangkan oleh ViewYeah Studio, Gallery yang dikembangkan oleh Alcatel Innovative Lab, serta Weather, Launcher, dan filemanager yang dikembangkan oleh mie-alcatel.support.

Temuan 24 aplikasi nakal oleh VPN Pro.VPN Pro Temuan 24 aplikasi nakal oleh VPN Pro.

Dari total 24 aplikasi yang ditemukan, enam di antaranya meminta akses ke aplikasi kamera dan dua aplikasi dapat mengakses ponsel untuk membuat panggilan suara.

Ada pula 15 aplikasi yang bisa mengakses lokasi GPS dan membaca data di memori eksternal.

Kemudian ada 14 aplikasi yang bisa mengumpulkan data rinci ponsel pengguna sekaligus jaringan selulernya.

Satu aplikasi lain diketahui bisa merekam audio pada perangkat dan masih ada sejumlah aplikasi yang juga bisa mengakses ke daftar kontak milik pengguna.

Belum diketahui motif pasti dari permintaan akses yang mencurigakan oleh aplikasi-aplikasi tersebut. Namun, VPN Pro menduga, data-data yang diperoleh pengembang dijual ke pihak ketiga.

Dirangkum KompasTekno dari Forbes, Kamis (6/2/2020) setelah mendapatkan laporan temuan berbahaya ini, Google pun bertindak cepat dengan menghapus aplikasi tersebut.

"Kami anggap serius laporan pelanggaran privasi dan keamanan. Apabila kami menemukan perilaku yang melanggar kebijakan kami, kami akan bertindak," jelas Google.

Baca juga: Pengguna Android Disarankan Hapus 17 Aplikasi Ini

Ini bukan kali pertama aplikasi Shenzen Hawk dilaporkan bermasalah. Tahun 2017 lalu, pemerintah India memerintahkan kepada anggota tentaranya agar menghapus aplikasi bawaan buatan China di ponsel mereka.

Ada sekitar 42 aplikasi yang teridentifikasi oleh badan intelejen India sebagai spyware atau jenis lain dari malware.

Termasuk aplikasi buatan Hi Security yang terafiliasi dengan Shenzen Hawk, seperti Virus Cleaner 2019 - Antivirus serta Cleaner & Booster.

Tidak cuma itu, tahun 2018, aplikasi bawaan di ponsel Alcatel juga dilaporkan mendadak mengunduh aplikasi lain yang ternyata memuat banyak iklan mengganggu.

Misalnya aplikasi default yang semula bernama Gallery, tiba-tiba update menjadi Candy Gallery, di mana apllikasi tersebut dikembangkan oleh developer yang berbeda.

Berikut ini adalah daftar 24 aplikasi berbahaya yang ditemukan VPN Pro

  1. World Zoo
  2. Puzzle Box
  3. Word Crossy!
  4. Soccer Pinball
  5. Dig it
  6. Laser Break
  7. Word Crush
  8. Music Roam
  9. File Manager
  10. Sound Recorder
  11. Joy Launcher
  12. Turbo Browser
  13. Weather Forecast
  14. Calendar Lite
  15. Candy Selfie Camera
  16. Private Browser
  17. Super Cleaner
  18. Super Battery
  19. Virus Cleaner 2019
  20. Hi Security 2019
  21. Hi VPN, Free VPN
  22. Hi VPN Pro
  23. Net Master
  24. Candy Gallery

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.