Jadwal Rilis Game Bisa Tertunda gara-gara Virus Corona

Kompas.com - 09/02/2020, 16:09 WIB
Ilustrasi acara dengan logo Activision dan Blizzard South China Morning PostIlustrasi acara dengan logo Activision dan Blizzard

KOMPAS.com - Merebaknya wabah virus corona di China ikut berdampak pada industri teknologi, termasuk game.  Analis firma riset Jefferies, Ken Rumph, memperkirakan jadwal rilis aneka game bisa tertunda kalau gangguan karena virus corona berlangsung terlalu lama.

Menurut dia, apabila penutupan pabrik dan bisnis karena wabah hanya berlangsung dalam hitungan minggu, para developer game mungkin masih bisa mengejar jadwal. Lain halnya kalau disrupsi virus corona mencapai berbulan-bulan.

Baca juga: Peluncuran Xiaomi Mi 10 Ditunda dan Hanya Lewat Streaming Akibat Corona

"Kalau shutdown (penutupan) berlangsung lebih dari sebulan, jadwal game bisa tertunda. Konsol baru juga kemungkinan mengalami kesulitan pasokan karena gangguan yang lama, menjelang peluncuran mereka di akhir 2020," ujar Rumph.

Dalam rangka meminimalisir penyebaran virus corona, pemerintah China memang memberlakukan penutupan pabrik-pabrik dan kegiatan bisnis hingga setidaknya 10 Februari besok.

Padahal, China memegang peranan penting dalam industri game dunia lantaran para developer Barat seperti Activision Blizzard, Electronic Arts, dan Ubisoft banyak bergantung pada negeri ini untuk art creation.

Hingga setengah keperluan art creation game dipasok oleh China, menurut estimasi Jefferies. Selain itu, China juga merupakan pusat manufaktur untuk hardware game serta aneka komponen, di samping ponsel.

"Saya pikir seluruh rantai pasokan dari barang-barang manufaktur akan terdampak," ujar Lisa Cosmas Hanson, presiden perusahaan konsultasi game Niko Partners, dihimpun KompasTekno dari South China Morning Post, Minggu (9/2/2020).

Sejumlah turnamen eSports juga telah ditunda dengan dihentikan di tengah jalan karena kekhawatiran terkait wabah Corona.

Baca juga: Dua Kompetisi Game Ditunda Gara-gara Wabah Virus Corona

Di sisi lain, jumlah pemain dan pendapatan game online di China mendadak naik karena banyak orang terpaksa berdiam diri di rumah untuk mengurangi risiko tertular virus corona.

Server game online Peacekeeper Elite -versi China dari PUBG Mobile- misalnya, sempat tumbang karena diserbu pemain saat libur Imlek. Di waktu yang sama, game Honour of Kings mencatat rekor pendapatan sebesar 2 miliar yuan atau sekitar Rp 3,9 triliun.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X