Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/02/2020, 18:19 WIB
Bill Clinten,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sederhana namun tajam. Itulah karakteristik twit yang dilontarkan oleh pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, ke Facebook baru-baru ini di jejaring sosial Twitter.

Musk sebenarnya hanya merespons twit seorang aktor Hollywood, Sacha Baron Cohen, yang berpendapat bahwa Facebook harus diatur oleh pemerintah lantaran terlalu berkuasa.

Begini isi twit Musk:

"#DeleteFacebook, (Facebook) itu kuno," ujar Musk membalas twit dari @SachaBaronCohen.

Belum jelas alasan Musk membalas twit Sacha dengan tagar #DeleteFacebook atau seruan untuk menghapus Facebook.

Namun, jika menilik ke belakang, Musk sendiri agaknya memang "kurang akur" dengan Facebook, terlebih dengan pendirinya, Mark Zuckerberg.

Pada 2017 lalu, Musk dan Zuckerberg punya pandangan yang berbeda tentang potensi teknologi kecerdasan buatan (artificial inteligence-AI) di masa depan.

Diketahui, Zuckerberg berpendapat bahwa AI bisa membuat berbagai aspek di dalam kehidupan menjadi lebih baik, misalnya untuk menciptakan mobil yang lebih aman.

Namun, Musk justru berpikir bahwa AI adalah salah satu teknologi yang bisa mengancam peradaban manusia.

Karena silang pendapat ini, Musk bahkan menyebut pengetahuan Zuckerberg tentang kecerdasan buatan (AI) "terbatas", sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechCrunch, Selasa (11/2/2020).

Penilaian itu sendiri berdasarkan pertemuan yang Musk dan Zuckerberg lakukan sekitar 2014 lalu, mungkin mereka sempat berdiskusi beberapa hal yang berkaitan dengan AI.

Baca juga: Elon Musk Ingin Manusia Bisa Telepati dengan Tanam Chip AI di Otak

Hapus akun Facebook Tesla dan SpaceX

Jika berbicara soal #DeleteFacebook, pada 2018 lalu, Musk juga rela menghapus akun Facebook resmi Tesla dan SpaceX yang kala itu sudah memiliki jutaan pengikut (follower).

Hal ini bisa jadi sebagai respon dari para netizen yang ingin Musk menghapus akun Facebook-nya, apalagi kala itu tagar #DeleteFacebook yang awalnya diunggah oleh mantan pendiri WhatsApp, Brian Acton, memang sedang marak di Twitter.

Tagar #DeleteFacebook sendiri menggema setelah firma analisis data, Cambridge Analytica, ketahuan mencuri, menyimpan, sekaligus memanfaatkan puluhan juta data pengguna Facebook.

Terlepas dari itu, akun Tesla dan SpaceX di Instagram, yang notabene platform milik Facebook, justru tidak ikut dihapus oleh Musk.

Sebab, ia berpendapat bahwa Instagram masih tergolong aman untuk digunakan asalkan tetap "terpisah" dari platform induknya, Facebook.

Musk sendiri sebenarnya sempat punya akun Instagram pribadi yang sukses menggaet jutaan followers. Namun, pada Agustus 2018 lalu ia menghapus akunnya lantaran "tidak suka" dengan Instagram.

Baca juga: Lucunya Kelakuan Elon Musk dan Fortnite yang Saling Ejek di Twitter

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com