Antisipasi Bencana, Tri Siapkan Baterai dan Genset untuk BTS

Kompas.com - 12/02/2020, 15:56 WIB
Dari kiri ke kanan: Chief Technical Officer Hutchison 3 Indonesia Desmond Cheung, Wakil Presiden Direktur Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah, dan Chief Commercial Officer Hutchison 3 Indonesia Dolly Susanto  berfoto bersama dalam acara media gathering bertema Bersama Jaringan Baru 3 Lebih Luas Lebih Kuat di Jakarta, Rabu (12/2/2020). KOMPAS.com/ PUTRI ZAKIA SALSABILADari kiri ke kanan: Chief Technical Officer Hutchison 3 Indonesia Desmond Cheung, Wakil Presiden Direktur Hutchison 3 Indonesia Danny Buldansyah, dan Chief Commercial Officer Hutchison 3 Indonesia Dolly Susanto berfoto bersama dalam acara media gathering bertema Bersama Jaringan Baru 3 Lebih Luas Lebih Kuat di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Sepanjang 2020, Hutchison 3 Indonesia ( Tri) berencana fokus meningkatkan kualitas jaringannya, antara lain lewat upaya antisipasi bencana dengan  memasang sumber daya listrik cadangan di menara pemancar sinyal ( BTS).

Back-up power tersebut berupa baterai yang terpasang di 27.000 BTS milik Tri yang tersebar di wilayah Sumatera hingga Sulawesi. Apabila saluran listrik ke BTS terputus, baterai sanggup memberikan daya hingga sekitar 8 jam.

Baca juga: Daftar Harga Paket Internet Tri Februari 2020

Selain itu, sebagian BTS tadi turut dibekali dengan genset yang bisa langsung menyala apabila listrik mati. Untuk BTS yang belum memiliki genset sendiri, Tri menyediakan genset portable yang bisa dipindah-pindah.

Operator seluler ini turut memasang teknologi Automatically Switched Optical Network (ASON) untuk memindahkan jalur jaringan secara otomatis jika terjadi gangguan.

“Jaringan Tri Indonesia dapat beroperasi lebih lama pada saat bencana alam atau situasi darurat lainnya seperti mati listrik atau gempa bumi, ” tutur Chief Technical Officer 3 Desmond Che, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/2/2020)

Soal daya cadangan, Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia, M. Danny Buldansyah menambahkan bahwa genset sebagian besar dialokasikan untuk BTS di luar Pulau Jawa. "Sebab, kualitas listrik di Jawa lebih baik dari pulau-pulau lainnya," kata dia.

Baca juga: Operator Seluler Tri Keluhkan Biaya Perizinan Bangun Backhaul Fiber Optik

Jaringan Tri sendiri saat ini sudah menerapkan teknologi 4,5 G Pro dengan Masive MIMO 32T32R yang diklaim mampu menghasilkan kecepatan hingga 8 kali lebih tinggi dibandingkan saat 4G pertama kali diperkenalkan tahun 2016.

Sepanjang tahun 2019, Tri menambah 9.000 BTS yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawes. Layanan seluler Tri disebut mampu menjangkau 300 kabupaten, 3.000 kecamatan, dan 33.000 desa di seluruh Indonesia.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X