Sejarah Medium Pencarian Jodoh, dari Iklan Cetak hingga Tinder

Kompas.com - 14/02/2020, 10:35 WIB
Ilustrasi aplikasi kencan online Mens HealthIlustrasi aplikasi kencan online

KOMPAS.com - Aplikasi kencan online macam  Tinder, OkCupid, dan lain sebagainya sudah lumrah digunakan di era internet dan serba gadget seperti sekarang, apalagi menjelang hari Valentine tanggal 14 Februari yang diasosiasikan dengan kasih sayang.

Namun tahukah Anda bahwa medium pencari jodoh seperti aplikasi kencan online tadi memiliki sejarah panjang, hingga ratusan tahun ke belakang?

Bentuk awalnya tentu bukan aplikasi digital, tapi iklan pribadi dalam bentuk tertulis atau tercetak yang dipampang untuk menarik peminat.

Baca juga: Facebook Dating, Fitur Kencan Pesaing Tinder Resmi Diluncurkan

Sejarawan H.G. Cocks mencatat bahwa iklan semacam ini sudah beredar di Inggris sejak setidaknya tahun 1695. Ketika itu ada seorang pria 30 tahun yang mengiklankan diri untuk mencari jodoh dengan kriteria tertentu.

Yang mencari jodoh pun tak melulu kaum Adam. Masih di Inggris, pada tahun 1727, Helen Morrison menjadi wanita pertama yang memasang iklan di kolom pencarian jodoh bernama "Lonely Hearts" di koran setempat, Manchester Weekly Journal.

Sayang, alih-alih mendapat jodoh, dia justru dijebloskan ke dalam rumah sakit jiwa selama empat minggu. Masyarakat pada masa itu memang belum siap dengan perempuan yang mengambil inisiatif mencari jodoh.

Pada pertengahan abad ke-19 atau tahun 1800-an, majalah dan tabloid bertema pernikahan banyak bermunculan.

Dalam waktu bersamaan, kegiatan mencari jodoh lewat iklan pribadi pun menjadi mainstream, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Huffpost, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Begini Cara Tinder Comblangkan Pengguna

Memasuki abad ke-20, tuntutan untuk menikah pada usia muda berkurang. Iklan-iklan pun mengalami perubahan, tujuannya tak lagi melulu mencari jodoh, tapi ada juga yang sekadar mencari sahabat pena untuk korespondensi.
 
Awal mula kencan dengan komputer

Perjalanan aplikasi kencan online modern ala Tinder bisa dikilas balik hingga tahun 1965, saat komputer mulai dilibatkan dalam usaha pencarian jodoh.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Huffpost
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X