Motivasi Pakai Aplikasi "Online Dating", dari Cari Teman Hidup hingga Iseng

Kompas.com - 14/02/2020, 14:44 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Tak bisa dipungkiri, teknologi semakin membuat hidup menjadi lebih mudah, begitu juga di ranah percintaan.

Maraknya platform kencan daring, atau bahasa kerennya online dating, agaknya membuat sejumlah pihak terbantu untuk mulai menjalin hubungan dengan lawan jenis.

KompasTekno telah bertanya kepada beberapa orang yang sedang atau sudah menggunakan aplikasi online dating, baik laki-laki maupun perempuan.

Sebagian besar pengguna ini, memanfaatkan lebih dari satu aplikasi online dating. Ada pun aplikasi yang digunakan terbilang cukup populer, sebut saja Tinder, Tantan, Date in Asia, dan lain sebagainya.

Menariknya, ada beberapa alasan yang menjadi latar belakang mengapa mereka memilih untuk menggunakan aplikasi semacam itu. Apa saja?

Ingin cari teman chatting hingga pacar

Motivasi pertama untuk menggunakan aplikasi kencan online pastinya berasal dari tujuan platform itu sendiri, yakni untuk mencari teman lawan jenis, seperti apa yang diungkapkan Adit dan Anggie. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau saya pribadi memakai aplikasi online dating, seperti Tinder, memang untuk cari teman di dunia nyata. Kalau buat serius (pacaran) agak ragu," ujar Adit yang kesehariannya menyelami hiruk pikuk kota Jakarta.

Sementara untuk Anggie, wanita yang kini "pensiun" dari online dating ini mengaku bermain aplikasi macam itu untuk mencari pacar "bule".

Aplikasi yang ia gunakan adalah Date in Asia, sebuah platform yang menurutnya kerap digunakan oleh orang asing untuk mencari jodoh yang tinggal di kawasan Asia. 

Benar saja, ia akhirnya sukses mendapatkan pasangan hidup asal Rusia yang sekarang sudah menjadi suaminya. 

"Tadinya mau cari teman atau pacar, eh malahan nikah," tutur wanita asal Bekasi berumur 30-an tahun ini.

Baca juga: Kisah Dodi Bertemu Jodoh di Internet, Berawal dari Pesan ICQ dari Singapura

Eksperimen dan iseng

Selain digunakan untuk mencari teman dan jodoh, platform online dating juga dipakai untuk ajang eksperimen dan iseng semata.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Setidaknya begitu menurut pria asal Tangerang Selatan bernama Surya yang saat ini masih menggunakan aplikasi Tinder. 

"Kalau saya pribadi cuma buat iseng saja, buat eksperimen," kata pria berumur 20-an tahun yang masih jomlo (kata baku dari istilah populer jomblo) ini.

Meski masih menjomlo, ia mengaku tidak berniat untuk mencari pacar dari platform tersebut. Sebab, ia tidak yakin dengan apa yang terpampang secara online.

Apalagi ia kerap menemukan banyak foto profil Tinder yang palsu dan wanita "jadi-jadian" yang sekadar mencari perhatian.

Ia menambahkan, Tinder juga sebenarnya menjadi sarana bagi orang yang introvert atau mereka yang malu-malu untuk menyatakan cintanya kepada seseorang. 

Surya sendiri mengaku dirinya ekstrovert lantaran biasa menjalin hubungan dengan wanita secara offline tanpa mengandalkan online dating.

Baca juga: Sejarah Medium Pencarian Jodoh, dari Iklan Cetak hingga Tinder

Rekomendasi dari orang yang sukses

Masih seirama dengan iseng, motivasi untuk memakai aplikasi online dating juga berasal dari rekomendasi orang yang sudah sukses, atau mereka yang menikah dari kencan online.

Ialah Figi, wanita asal Bogor yang menggunakan aplikasi online dating karena rekomendasi sanak saudaranya.

"Awalnya penasaran (mencoba), karena sepupu aku bilang temannya ada yang dapat jodoh dari Tinder dan mereka menjalin hubungan sampai menikah," ujar wanita berumur 20-an tahun ini.

Karena tahu dari sepupu, Figi agaknya masih lugu tentang dunia perkencanan online. Ia bahkan mengaku hampir pernah ditipu oleh "predator" di platform tersebut.

Meski begitu, ia tak bisa memungkiri bahwa Tinder, satu-satunya aplikasi yang saat ini ia pasang di ponselnya, tidak akan menjadi prioritas untuk ajang mencari jodoh.

Pasalnya, Figi kerap menemukan seseorang yang "klop" dengan dirinya, namun ketika hubungannya berlanjut ke sesi yang lebih intim, ia mengaku banyak yang tidak cocok lantaran beberapa pria dinilai ngalor ngidul.

Hingga saat ini, Figi masih bermain Tinder. Ia percaya bahwa teknologi bisa mempertemukan pria yang ia idam-idamkan. Hanya saja waktunya mungkin belum tepat.

Baca juga: Masih Jomblo? Ini 10 Aplikasi Populer yang Bisa Membantu Cari Jodoh

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.