Kisah Manis Getir Cari Jodoh Pakai Aplikasi "Dating Online"

Kompas.com - 14/02/2020, 15:46 WIB
Ilustrasi internet, media sosial ShutterstockIlustrasi internet, media sosial

"Baca profilmu kayak diteriakin" katanya setelah melihat semua isi profil calon pasangannya saat itu ditulis penuh dengan huruf kapital.

"Menurut dia, komentarku itu menarik," sambung Ricky.

Sejak saat itu lah, balas-membalas pesan pun intens dilakukan. Sayangnya, mereka belum bisa bertukar nomor ponsel saat itu karena baru tahap perkenalan awal.

Sesuai kebijakan privasi situs Jodoh Kristen, pengguna tidak diperbolehkan bertukar kontak dalam seminggu awal perkenalan.

Saat KompasTekno telusuri di Google Play Store, beberapa pengguna mengatakan akan ada notifikasi akun ditangguhkan apabila ketahuan bertukar kontak.

Dari keterangan kebijakan dan privasi Jodoh Kristen, cara ini dipilih demi menjaga keamanan penggunanya.

Ricky dan teman perempuannya baru mulai beralih ke WhatsApp pada bulan Maret 2017, sekitar seminggu setelah berkenalan. Singkat cerita, sang wanita itu kini resmi menjadi istrinya sejak September 2018 lalu.

"Kok enggak sesulit yang orang katakan ya. Karena orang bayak yang bilang di (aplikasi kencan) online itu cuma cari senang doang, tapi aku gak ngaruh ke aku," kesannya.

Menelusuri jejak digital calon pasangan

Ia tidak memungkiri, sang calon istri sempat ragu sebelum "kopi darat" (kopdar) dengannya. Namun, Ricky memberikan kesempatan untuk mencari tahu tentang dirinya dulu melalui internet.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X