Kisah Manis Getir Cari Jodoh Pakai Aplikasi "Dating Online"

Kompas.com - 14/02/2020, 15:46 WIB
Ilustrasi PexelsIlustrasi

Ia pun membagikan akun media sosial yang ia miliki. Karena profesinya sebagai wartawan pula, namanya gampang ditemui di hasil pencarian Google sehingga memudahkan sang calon mencari tahu tentang sosoknya.

"Kasih kesempatan calon untuk screening jangan takut untuk di-screening apa adanya karena kita (bertemu via) online," katanya.

Seperti Ricky, Selly juga memiliki kisah manis yang sama saat memburu jodoh di situs online.
Namun, ia menggunakan aplikasi Tinder sebagai "mak comblang". Mulanya, wanita yang bekerja sebagai karyawan swasta ini hanya ingin mencari teman di Tinder.

"Aku sadar kalau lingkaran pertemanan aku kecil banget," katanya.

Ia juga mengaku sempat merasa takut dan ragu jika bertemu langsung dengan kandidat jodohnya di dunia nyata.

Apalagi banyak cerita negatif tentang Tinder yang konon banyak digunakan untuk tindakan asusila. Sebagaimana yang dikatakan Ricky, Selly juga melakukan proses screening.

"Pasti yang aku tanyain di awal itu biodata, nama lengkapnya siapa, kerja di mana, dari situ biasanya berlanjut tuke-tukaran media sosial," katanya.

Apabila dirasa cukup menarik, percakapan intensif bisa dialihkan ke pesan layanan instan, seperti WhatsApp.

Pada tahap ini, menurut Selly, naluri akan bermain untuk membantu menentukan apakah kandidat ini layak berlanjut atau tidak. Saat kopdar pun, Selly menyarankan agar memilih tempat publik seperti mal.

Baca juga: Pria Surabaya Lamar Kekasih Pakai Motherboard dan VGA

Sakit Hati dan rugi materi

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X