Dulu Cuma Meme, Sekarang Bayar SPP Pakai GoPay Jadi Kenyataan

Kompas.com - 17/02/2020, 14:11 WIB
Ilustrasi GoPay. KOMPAS.com/Reska K. NistantoIlustrasi GoPay.

KOMPAS.com - Gojek mengumumkan layanan baru untuk mempermudah pembayaran biaya pendidikan.

Orang tua dan wali murid sekolah swasta kini bisa membayar SPP dan biaya pendidikan lain seperti buku, seragam, dan kegiatan ekstrakulikuler dengan GoPay. Pembayarannya bisa dilakukan melalui fitur GoBills.

"Layanan terbaru ini membebaskan orang tua dan wali murid untuk membayar pendidikan anak dimana saja dan kapan saja tanpa harus hadir ke sekolah," jelas Arno Tse, Senior Vice President Sales GoPay dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno.

Menurut Arno, dengan membayar SPP melalui GoPay, orang tua yang sibuk bekerja bisa fokus dengan kepentingan lain tanpa khawatir akan melewatkan tenggat pembayaran.

Gojek mengatakan saat ini sudah ada 180 lembaga pendidikan, seperti pesantren, madrasah, sekolah, dan tempat kursus di Indonesia yang telah terdaftar di GoBills.

Baca juga: Bayar Langganan Amazon Prime Video di Indonesia Bisa dengan GoPay

Mekanisme pembayaran SPP pun serupa dengan membayar tagihan lain lewat GoBills.

Pertama, buka aplikasi Gojek, lalu pilih menu "lainnya". Kemudian gulirkan ke bawah hingga menemukan menu "Sekolah", lalu pilih instansi pendidikan yang dimaksud.

Kemudian, masukan Nomor Induk Siswa (NIS) atau Nomor Induk Mahasiswa (NIM).

Masukan nominal tagihan SPP yang akan dibayarkan dengan benar. Pastikan pula saldo GoPay tetap cukup untuk membayar tagihan.

Kemudian, masukan PIN rahasia untuk melanjutkan transaksi pembayaran. Nantinya, akan muncul notifikasi apabila pembayaran berhasil dilakukan.

Cara membayar SPP melalui GoPay.Gojek Cara membayar SPP melalui GoPay.
"Selain memudahkan para orang tua, lembaga pendidikan yang tergabung juga ikut merasakan manfaat transaksi digital, di antaranya penerimaan iuran yang jelas dan pencatatan transaksi yang lebih rapi dan teratur," jelas Arno.

Ia berharap akan lebih banyak lembaga pendidikan di Indonesia yang akan menerapkan pembayaran digital.

Selain pembayaran SPP, GoBills juga bisa digunakan untuk membayar berbagai jenis layanan, mulai dari listrik, air, pulsa, BPJS Kesehatan, internet, TV kabel, asuransi, pajak, hingga zakat.

Di bidang pendidikan, GoPay telah membantu Madrasah Miftahul Akhlaqiyah di Ngaliyan di Semarang, Universitas Tarumanegara dan Universitas Bunda Mulia untuk implementasi QRIS.

Di awal tahun 2019, GoPay juga telah menjadi uang elektronik pertama yang membangun ekosistem non-tunai dengan 50 SMK di Jakarta Utara.

Pernah jadi gurauan

Jauh-jauh hari sebelumnya, ide ini sudah lama ramai menjadi bahan meme dan candaan warganet. Terutama saat eks bos Gojek, Nadiem Makarim ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Makarim Mengaku Penggemar Netflix

Siapa sangka, gurauan tersebut benar-benar terwujud. Nadiem memang telah mundur dari jabatan CEO Gojek dan digantikan oleh Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo. Itu artinya, ia tidak lagi membuat keputusan strategis di startup yang ia dirikan.

Namun, Nadim diketahui memegang saham seri D, E, dan I. Hal itu diketahui dari Data Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) per Oktober 2018.

Total saham yang dimiliki Nadiem adalah 58.416 lembar saham. Jumlah itu setara 4,81 persen dari modal ditempatkan GoJek, yakni sebanyak 1,21 juta saham. Selebihnya dimiliki pemegang saham lain.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X