Orang Indonesia Doyan Bandingkan Produk di Situs Belanja Online

Kompas.com - 19/02/2020, 18:16 WIB
Ilustrasi artisteerIlustrasi
Penulis Bill Clinten
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsumen yang melakukan belanja online di Indonesia, diketahui seringkali membandingkan produk yang akan dibeli di beberapa platform e-commerce sebelum memutuskan pembelian.

Fakta tersebut diketahui dari hasil studi yang dilakukan Facebook bersama firma Bain & Company.

Studi tersebut melibatkan sebanyak 12.965 responden dan 30 CEO yang berasal dari beberapa negara Asia Tenggara, mencakup Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Menurut Head of Marketing Facebook Indonesia, Hilda Kitti, ada sebanyak 82 persen konsumen di Indonesia yang membandingkan satu produk dengan produk lainnya di beberapa platform e-commerce sebelum mereka memutuskan untuk membeli.

"Konsumen Indonesia rata-rata membuka 3,8 website sampe mereka akhirnya membeli sesuatu," kata Hilda dalam acara yang digelar di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Baca juga: Acara Tahunan Facebook Batal karena Virus Corona

Pada saat yang sama, sebanyak 64 persen konsumen Indonesia yang disurvei juga mengaku bahwa mereka sebenarnya tidak tahu persis apa yang mereka ingin beli saat hendak berbelanja online.

Ia juga mengatakan bahwa sebagian besar konsumen di Indonesia tidak terpaku dengan satu merek saja ketika hendak membeli sebuah produk secara online.

Selain itu, konsumen yang berbelanja online di Indonesia juga seringkali mencari informasi tentang produk di media sosial.

Kiri ke kanan, Dhoni Ramadi, VP Retail Payment, BRI; Hilda Kitti, Kepala Pemasaran untuk Facebook di Indonesia , dan David Lim, VP Marketing HappyFresh saat dijumpai KompasTekno di acara Facebook yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).BILL CLINTEN/KOMPAS.com Kiri ke kanan, Dhoni Ramadi, VP Retail Payment, BRI; Hilda Kitti, Kepala Pemasaran untuk Facebook di Indonesia , dan David Lim, VP Marketing HappyFresh saat dijumpai KompasTekno di acara Facebook yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).

Menurut Facebook, sebanyak 57 persen konsumen yang berbelanja online, mencari tahu terlebih dahulu produk yang akan mereka beli di media sosial.

Peluang untuk pelaku bisnis

Dengan hasil riset ini, Hilda menyimpulkan bahwa para pelaku bisnis sebenarnya masih memiliki pontensi yang sangat besar untuk memperkenalkan produknya secara online, terlebih melalui jejaring sosial.

Baca juga: Facebook Rilis Hobbi, Aplikasi Mirip Pinterest

Sebab, konsumen digital masa kini disebut Facebook sebagai "Discovery Generation", di mana mereka dianggap gemar membeli produk secara online dengan rasa ingin tahu yang tinggi serta terbuka dengan merek-merek baru.

"Ini adalah masa-masa emas untuk para brand agar bisa dicari di media sosial karena kita memasuki Discovery Generation. Jadi siapa yang bisa memanfaatkan peluang ini adalah pelaku bisnis yang paham generasi tersebut," pungkas Hilda.

Sayangnya, Hilda tidak mengumbar secara detail berapa jumlah responden yang berasal dari Tanah Air.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X