Google Hapus Ratusan Aplikasi Nakal dari Play Store

Kompas.com - 21/02/2020, 15:58 WIB
Ilustrasi Google Play Store wikipedia.orgIlustrasi Google Play Store

KOMPAS.com - Google Play Store masih saja dijejali oleh aplikasi nakal dan berbahaya. Google pun harus kembali turun tangan untuk membersihkannya dari toko aplikasi tersebut.

Kali ini, Google mengumumkan telah menghapus 600 aplikasi "nakal" Play Store. Semua aplikasi ini dihapus karena bermuatan iklan yang mengganggu.

Iklan-iklan yang berasal dari aplikasi tersebut dapat muncul secara mendadak ketika ponsel digunakan.

Contohnya, ketika pengguna akan melakukan panggilan telepon, iklan akan muncul dan memenuhi layar meskipun pengguna tidak menjalankan aplikasi tersebut.

Tak hanya menghapus, Google juga akan memblokir monetisasi semua aplikasi tersebut.

Penghapusan 600 aplikasi nakal ini disebut baru permulaan. Itu artinya, Google masih akan menyisir aplikasi-aplikasi sejenis untuk dimusnahkan dari Play Store.

Baca juga: Lagi-lagi, Aplikasi Berbahaya Ditemukan Beredar di Google Play Store

Sebab menurut Google, pengembang aplikasi sejenis kini semakin lihai untuk menyembunyikan iklan nakal di dalam aplikasi.

Google pun mencari cara yang lebih canggih, salah satunya dengan menggunakan machine learning dan teknologi baru untuk membasmi aplikasi tersebut.

"Kami merancang inovasi machine learning dengan pendekatan untuk mendeteksi aplikasi ketika memunculkan iklan yang tidak dikehendaki dan kemudian melakukan penghapusan seperti yang kami umumkan hari ini," tulis pihak Google dalam blog resminya.

Dirangkum KompasTekno dari The Next Web, Google juga akan berinvestasi untuk pengembangan teknologi ini.

Pihak Google juga mengatakan akan mencari cara untuk beradaptasi dan mengembangkan kebijakan platform serta menjaga ekosistem Android.

Baca juga: Hati-hati, 30 Aplikasi Android Ini Diam-diam Curi Data Pengguna

Dibandingkan dengan iOS, Android memang dikenal lebih rentan disusupi aplikasi berbahaya.

Siapapun memiliki peluang untuk menggunakan software Android, mengembangkan aplikasi dan memajangnya di Play Store.

Hal ini berbeda dengan toko aplikasi Apple, App Store yang konon sering menolak aplikasi dan pembaruan aplikasi baru.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X