Karyawan Terinfeksi Corona, Samsung Tutup Sementara Pabrik Galaxy Z Flip

Kompas.com - 24/02/2020, 13:33 WIB
Samsung Galaxy Z Flip dibanderol dengan harga Rp 21.888 juta di Indonesia. KOMPAS.com/YUDHA PRATOMOSamsung Galaxy Z Flip dibanderol dengan harga Rp 21.888 juta di Indonesia.

KOMPAS.com - Persebaran wabah virus corona ( Covid-19) turut memengaruhi industri teknologi dunia. Sejumlah perusahaan bahkan menutup sementara pabriknya demi menghindari wabah tersebut.

Samsung pun demikian. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini dikabarkan menutup sementara pabrik smartphone miliknya. 

Bukan pabrik smartphone biasa, melainkan pabrik ponsel layar lipat Galaxy Fold dan Galaxy Z Flip. Pabrik tersebut berada di wilayah Gumi yang berjarak 200 km dari Kota Seoul.

Penutupan pabrik tersebut disebabkan adanya karyawan yang positif terinfeksi virus corona. Sejumlah karyawan pun akan dikarantina karena sempat berinteraksi dengan karyawan yang terinfeksi corona tersebut.

Baca juga: Ketika Dian Sastro Bandingkan Samsung Galaxy Z Flip dan Fold

Penutupan pabrik hanya berlangsung sementara, tepatnya hingga Senin, 24 Februari 2020. Samsung juga akan membatasi akses ke lantai di mana karyawan tersebut bekerja hingga 25 Februari 2020.

Dirangkum KompasTekno dari Sammobile, Senin (24/2/2020), karyawan yang terinfeksi berasal dari divisi yang turut memproduksi perangkat smartphone. Perusahaan pun telah mengambil langkah preventif dan mensterilkan lokasi tersebut.

Pihak Samsung juga telah menyarankan karyawannya untuk mengenakan masker sebagai langkah pencegahan. Karyawan juga disarankan untuk tidak bepergian dan cukup menggunakan video conference jika ada urusan bisnis.

Menanggapi kabar ini, Samsung pun membenarkan hal tersebut. Melalui keterangan resmi kepada KompasTekno, Samsung menegaskan bahwa kesehatan dan kesselamatan karyawan menjadi prioritas utama.

"Pada tanggal 22 Februari, seorang karyawan yang bekerja di kompleks Gumi Samsung Electronics dinyatakan positif terkena virus corona ( COVID-19). Perusahaan kami melakukan tindakan yang diperlukan untuk desinfeksi dan pembatasan akses secepatnya," ungkap Samsung.

Samsung sendiri memang memiliki pabrik di sejumlah wilayah di luar Korea Selatan. Namun, sebagian besar ponsel kelas atas, khususnya ponsel layar lipat, masih dibuat di Korea Selatan.

Sebelum Samsung, Apple pun sempat menutup beberapa pabriknya di China sejak beberapa waktu lalu.

Selain berpengaruh terhadap pabrik, wabah virus corona juga mengganggu pemasaran ritel Apple di China. Banyak toko Apple dan rekanannya di Negeri Tirai Bambu itu terpaksa tutup.

Baca juga: Antisipasi Corona, Calon Pembeli Bisa Coba Galaxy S20 dari Rumah


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber SamMobile
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X