Kompas.com - 25/02/2020, 15:21 WIB
ilustrasi transportasi online Gojek techcrunch.comilustrasi transportasi online Gojek
|
Editor Oik Yusuf

Pihak Gojek mengeluarkan tanggapan dengan menepis kabar merger dengan Grab. "Tidak ada rencana untuk merger, dan laporan media tentang pembicaraan ini tidak benar," ungkap seorang juru bicara Gojek, dirangkum KompasTekno dari DealstreetAsia, Selasa (25/2/2020).

Kedua perusahaan ride hailing tersebut saat ini telah menyandang status "decacorn" dengan nilai valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS.

Baik Gojek maupun Grab sama-sama mendapat gelontoran dana segar dari sejumlah investor besar. Namun hanya Visa saja yang menjejakkan kaki sebagai investor di kedua perusahaan tersebut.

Gojek sendiri kini telah mengumpulkan investasi lebih dari 3 miliar dollar AS dalam 12 putaran. Sementara Grab, pada 2018 lalu disebut berhasil meraup pendapatan sebesar 1,1 miliar dollar AS dan pada 2019 penghasilan Grab diperkirakan mencapai 2,3 dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.