Permintaan Komputer Tablet di China Melonjak Gara-gara Corona

Kompas.com - 26/02/2020, 09:04 WIB
Galaxy Tab S6 dilengkapi dengan dua kamera belakang sebesar 13 megapiksel dan 5 megapiksel Yudha Pratomo/KompasTeknoGalaxy Tab S6 dilengkapi dengan dua kamera belakang sebesar 13 megapiksel dan 5 megapiksel

KOMPAS.com - Persebaran virus corona yang semakin masif memberikan dampak besar pada beragai sektor industri. Termasuk industri teknologi di berbagai belahan dunia.

Sejumlah vendor besar seperti Samsung dan Apple sampai-sampai harus menutup pabrik mereka karena adanya wabah corona. Kabar terakhir, satu karyawan Samsung terinfeksi virus ini dan perusahaan asal Korea Selatan tersebut harus menutup sementara pabriknya.

Meski banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh virus corona, ternyata wabah ini jutru membuat permintaan komputer tablet di China semakin meningkat. Bagaimana bisa?

Hal ini berawal dari kebijakan pemerintah China yang melarang warganya di sejumlah wilayah untuk keluar rumah. Kebijakan ini dikeluarkan agar persebaran virus corona semakin dipersempit.

Kebijakan itulah yang memicu kenaikan jumlah permintaan komputer tablet di Negeri Tirai Bambu. Sebab, para pekerja dan pelajar di sana terpaksa melakukan kegiatan sehari-hari secara online.

Meningkatnya permintaan komputer tablet di China, dimanfaatkan oleh pedagang di e-commerce untuk menaikkan harga.

Saat ini aktivitas jual beli lewat e-commerce menjadi pilihan yang paling memungkinkan, karena toko fisik masih belum bisa beroperasi.

Baca juga: Pengiriman Tablet Global Menurun, Apple Tetap Perkasa

Sebagai contoh, harga perangkat iPad 32 GB dan 128 GB berukuran 10,2 inci dibanderol dengan harga 2.499 yuan (Rp 4,9 juta) dan 3.099 yuan (Rp 6,1 juta). Harga ini lebih tinggi 200 yuan dari harga resmi di toko fisik Apple.

Namun, meski permintaan komputer tablet tengah meningkat, jumlah produksinya justru kian terbatas.

Sejumlah sumber mengatakan bahwa para vendor perakit tablet (ODM) kekurangan bahan baku dan tenaga kerja karena persebaran virus corona ini.

Dirangkum KompasTekno dari Digitimes, Rabu (26/2/2020), akibatnya, jumlah produksi komputer tablet hanya mencapai setengah dari jumlah produksi biasanya.

Jumlah produksi komputer tablet ini pun tidak dapat meningkat dalam waktu yang singkat.

Baca juga: Pasaran Tablet Global Diramal Terus Menurun Selama 5 Tahun ke Depan

Sebagai contoh, tablet Huawei saat ini sebagian besar diproduksi oleh Wingtech, Longcheer, dan Huaqin yang pabriknya sebagian besar ebrada di provinsi Guangdong. Pabrik-pabrik tersebut hanya beroperasi dengan kapasitas produksi sekitar 50 persen hingga 60 persen saja.

Sementara iPad, yang dirakit Compal Electronics dan Foxconn hanyar beroperasi dengan kapasitas produksi sekitar 30 persen.



Sumber Digitimes
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X