Google Ajukan Permohonan agar Huawei Boleh Pakai Play Store Lagi

Kompas.com - 27/02/2020, 16:46 WIB
Ilustrasi: logo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat. Yudha Pratomo/KompasTeknoIlustrasi: logo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat.


KOMPAS.com - Semenjak masuk daftar hitam entity list pemerintah Amerika Serikat pada Mei 2019, Huawei tak dibolehkan bekerja sama dengan perusahaan asal AS, termasuk Google. Ponsel Huawei mulai Mate 30 pun tidak bisa menggunakan aplikasi Android besutan Google.

Namun, Google sendiri sebenarnya ingin tetap merangkul Huawei.

Vice President Google Play dan Android Sameer Samat baru-baru ini mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan izin ke pemerintah AS agar dibolehkan kembali bermitra dengan Huawei.

Baca juga: Tanpa Google, Huawei Mate 30 Pro Bisa Akses Aplikasi Ojek Online dan E-commerce?

Pemerintah Negeri Paman Sam memang menyediakan "lisensi" bagi perusahaan asal AS yang ingin tetap bermitra dengan Huawei. Lisensi tersebut sebelumnya pernah diberikan ke Microsoft sehingga laptop Huawei tetap bisa memakai OS Windows dan software Microsoft.

Untuk permohonan yang diajukan oleh Google, Samat mengaku belum tahu kapan pemerintah AS akan memutuskan apakah membolehkan Google bekerja sama dengan Huawei atau tidak. Keputusan ini berada sepenuhnya di tangan pemerintah AS, bukan Google.

Kalau saja Google dibolehkan untuk kembali bermitra dengan Huawei, maka raksasa ponsel asal China tersebut akan bisa kembali menggunakan aneka layanan dan aplikasi Google (GMS) seperti Gmail, Google Maps, dan Play Store di produk gadget besutannya.

Baca juga: Huawei, Oppo, Vivo, Xiaomi Bergabung Bikin Pesaing Google Play Store

Huawei sendiri sebelumnya pernah menyatakan bakal dengan senang hati menambahkan kembali layanan dan aplikasi GMS ke ponselnya kalau Google diizinkan kerja sama, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Authority, Kamis (27/2/2020).

Ketiadaan ekosistem GMS menjadi batu sandungan besar buat ponsel Huawei, terutama di pasar di luar China yang konsumennya sudah kadung terbiasa dengan aneka aplikasi dan layanan Google.

Ponsel papan atas Huawei seperti Mate 30, Mate 30 Pro, dan ponsel Lipat Mate Xs pun tidak dibekali aplikasi Google sehingga mengurangi daya tariknya di mata konsumen luar China. Calon flagsip baru Huawei, P40 dan P40 Pro, agaknya akan bernasib serupa.

Baca juga: Google: Ponsel Huawei Jangan Sembarangan Pakai Gmail, YouTube, dkk

Sebagai ganti GMS, Huawei mengedepankan ekosistem layanan dan aplikasi besutannya sendiri yang bernama Huawei Mobile Services (HMS).

Pemilik ponsel Huawei sebenarnya masih bisa memasang aplikasi Google lewat sumber tidak resmi (sideloading). Namun, Google belakangan mengimbau pengguna jangan melakukan hal ini karena bisa mengancam sekuriti perangkat.

Baca juga: Huawei Dikabarkan Ingin Putus Hubungan dengan Google

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Timnas E-sports Mobile Legends Indonesia Lolos ke Babak Grand Final SEA Games 2021

Timnas E-sports Mobile Legends Indonesia Lolos ke Babak Grand Final SEA Games 2021

Software
Menurut Survei, Netflix Semakin Ditinggal Pelanggannya

Menurut Survei, Netflix Semakin Ditinggal Pelanggannya

e-Business
20 Link Download Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan Cara Pakainya

20 Link Download Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan Cara Pakainya

Software
Apa itu Akun Bot atau Spam yang Bikin Elon Musk Tunda Beli Twitter?

Apa itu Akun Bot atau Spam yang Bikin Elon Musk Tunda Beli Twitter?

e-Business
Menhub Minta Boeing Penuhi Kebutuhan Pesawat Garuda dan Lion Group

Menhub Minta Boeing Penuhi Kebutuhan Pesawat Garuda dan Lion Group

Hardware
Google Hapus Aplikasi Perekam Telepon di Play Store Karena Dinilai Langgar Privasi

Google Hapus Aplikasi Perekam Telepon di Play Store Karena Dinilai Langgar Privasi

Software
TikTok Siapkan Fitur Branded Mission, Bikin Video Iklan Bisa Dapat Uang

TikTok Siapkan Fitur Branded Mission, Bikin Video Iklan Bisa Dapat Uang

Software
iPhone atau Macbook Hilang, Apa yang Harus Dilakukan?

iPhone atau Macbook Hilang, Apa yang Harus Dilakukan?

Hardware
Riset Sebut iPhone Bisa Terinfeksi Malware Meski dalam Keadaan Mati

Riset Sebut iPhone Bisa Terinfeksi Malware Meski dalam Keadaan Mati

Software
Oppo Ajak Penggemar PUBG Mobile Main Bareng Bigetron, Ini Link Pendaftarannya

Oppo Ajak Penggemar PUBG Mobile Main Bareng Bigetron, Ini Link Pendaftarannya

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Advan Nasa Pro yang Dibanderol Rp 1 Jutaan

Tabel Spesifikasi dan Harga Advan Nasa Pro yang Dibanderol Rp 1 Jutaan

Gadget
Xiaomi Redmi 10A Resmi di Indonesia, Harga Rp 1,5 Jutaan

Xiaomi Redmi 10A Resmi di Indonesia, Harga Rp 1,5 Jutaan

Gadget
YouTube Luncurkan 'Most Replayed', Permudah Tonton Bagian Video yang Sering Diulang

YouTube Luncurkan "Most Replayed", Permudah Tonton Bagian Video yang Sering Diulang

Software
Apa itu ICAO? Organisasi Aviasi yang Tawari Indonesia Jadi Anggota Dewan

Apa itu ICAO? Organisasi Aviasi yang Tawari Indonesia Jadi Anggota Dewan

e-Business
Huawei Mate Xs 2 Resmi Meluncur Global, Harga Rp 30 Jutaan

Huawei Mate Xs 2 Resmi Meluncur Global, Harga Rp 30 Jutaan

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.