Masuk Indonesia, Galaxy S20 dan Z Flip Pakai Skema TKDN Berbeda

Kompas.com - 05/03/2020, 15:29 WIB
Samsung Galaxy S20 Ultra (kiri), S20 Plus (tengah), dan S20 (kanan). KOMPAS.com/Bill ClintenSamsung Galaxy S20 Ultra (kiri), S20 Plus (tengah), dan S20 (kanan).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ponsel lipat Samsung terbaru, Galaxy Z Flip, resmi diluncurkan di Indonesia dan akan mulai dijual di seluruh gerai Samsung Store pada 6 Maret besok.

Diketahui, ponsel lipat ini diimpor dari Korea Selatan dan bisa dipasarkan di Indonesia, lantaran telah mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri ( TKDN) dengan jalur software sebesar 46,18 persen.

Berbeda dengan Galaxy Z Flip, Galaxy S20, Galaxy S20 Plus, dan Galaxy S20 Ultra sendiri justru mengantongi sertifikat TKDN lewat jalur hardware dengan angka masing-masing 36,90 persen.

Lantas, melihat jalur TKDN yang ditempuh tidak sama, adakah perbedaannya? 

Baca juga: Samsung Pastikan Stok Galaxy Z Flip di Indonesia Tak Terpengaruh Corona

Menurut Taufiqul Furqan, selaku Product Marketing Manager Samsung Mobile Indonesia, perbedaan antara trio Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip terletak di software atau aplikasi bawaan (pre-installed apps) yang terpasang di masing-masing ponsel.

Samsung Mobile Product Manager Samsung Electronics Indonesia, Taufiqul Furqan, ketika dijumpai KompasTekno di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (12/2/2020).KOMPAS.com/Bill Clinten Samsung Mobile Product Manager Samsung Electronics Indonesia, Taufiqul Furqan, ketika dijumpai KompasTekno di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (12/2/2020).

"Kalau TKDN Galaxy Z Flip itu besar sekali sekali karena kami pakai (jalur) software, itu (di dalamnya) ada beberapa aplikasi lokal," tutur Taufiq dalam ketika dijumpai KompasTekno di sela acara peluncuran Galaxy S20 dan Galaxy Z Flip di kawasan SCBD Jakarta, Rabu (4/3/2020).

"Isi software dari Galaxy Z Flip akan mengikuti apa yang ada di TKDN, jadi (beberapa) aplikasi lokal harus di-install di dalamnya. Pengembangan-pengembangan (aplikasi Galaxy Z Flip) selanjutnya juga harus ada plan-nya," imbuh pria berkacamata itu.

Taufik tidak menjelaskan apa saja aplikasi yang terpasang langsung di dalam sistem Galaxy Z Flip untuk memenuhi TKDN.

Namun, ia menyebut bahwa konten lokal ini mencakup beberapa aplikasi bikinan Samsung versi bahasa Indonesia, seperti Salaam dan S Lime, hingga sejumlah aplikasi rekanan Samsung, baik dari kategori e-commerce hingga media online.

Baca juga: Ini Kartu MicroSD yang Disarankan Samsung untuk Galaxy S20

Di sisi lain, Taufiq mengatakan bahwa trio Galaxy S20 sendiri tak akan dijejali dengan software yang sama dengan Galaxy Z Flip, terutama untuk aplikasi rekanan Samsung yang tadi disebut.

Pasalnya, sejumlah aplikasi itu bukan merupakan syarat dari nilai TKDN hardware yang harus ditembus oleh trio Galaxy S20.

"TKDN hardware itu komponennya sudah (dirakit) di Indonesia, jadi tidak perlu ada aplikasi rekanan (di Galaxy S20) karena itu bukan syarat TKDN-nya," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X