Switch, Operator Seluler Digital dari Smartfren Meluncur

Kompas.com - 11/03/2020, 20:17 WIB
Layar awal aplikasi operator digital Switch KOMPAS/BIll ClintenLayar awal aplikasi operator digital Switch

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengguna gadget di Indonesia tak lama lagi akan medapat pilihan penyedia layanan seluler baru, yakni Switch Mobile yang merupakan provider berbasis digital, mirip By.U dari Telkomsel yang sudah meluncur lebih dulu.

Kehadiran Switch Mobile diumumkan dalam acara konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Co-Founder dan Chief Experience Officer Switch, Andry The mengatakan, Switch dibuat dengan mengutamakan layanan kemudahan dan kenyaman "worry free" yang menyasar para generasi muda usia 17 tahun hingga 35 tahun.

"Mereka ingin kemudahan dan tidak ingin khawatir terhadap jumlah kuota atau memperhatikan masa aktif kartu habis, kami ada fitur-fitur itu," ujar Andry.

Baca juga: Telkomsel Rilis Kartu Prabayar Digital By.U, Bisa Pilih Sendiri Kuota Aplikasi

Konsep "bebas khawatir" ini diwujudkan dalam bentuk kuota darurat yang memungkinkan pelanggan Switch Mobile tetap terhubung ke internet meskipun kuota data utama sudah habis.

Kuota darurat akan aktif secara otomatis di saat kuota pengguna telah habis. Andry mengklaim pengguna bakal tetap bisa melakukan chatting, atau browsing tanpa menggunakan paket, hingga masa aktif kartu habis.

Masa paket aktif awal kartu mencapai 120 hari, selanjutnya, di saat pengguna membeli paket lagi, maka masa aktif kartu secara otomatis meningkat hingga 90 hari. Namun, fitur ini hanya dapat digunakan dengan kapasitas kecepatan yang dibatasi.

"Jadi di saat paket habis, pengguna masih dapat menggunakan paket emergency untuk telepon, SMS, dan internet secara gratis untuk mengakses kebutuhannya, tetapi untuk awal ini, masih belum kami batasi," ujarnya.

Pakai jaringan Smartfren, bagian dari Sinarmas

Bisnis Switch Mobile merupakan bagian dari Sinarmas Group. Operasionalnya pun bertumpu pada jaringan operator seluler Smartfren yang sama-sama bernaung di bawah konglomerasi itu.

Namun, Switch Mobile mengaku bukan anak usaha maupun hasil joint venture dengan Smartfren. Provider digital ini menyediakan koneksi internet seluler berbasis 4G LTE.

Meskipun sudah diumumkan, Switch Mobile baru akan diluncurkan secara resmi pada pertengahan 2020 mendatang. Tanggal pastinya belum diumumkan. Switch pun masih berstatus "beta" untuk sekarang.

Sebelumnya, pada akhir 2019, Switch membuka pendaftaran untuk beta tester.

Baca juga: Daftar Harga Paket Internet Smartfren Februari 2020

Semua proses terkait layanan Switch dilakukan lewat aplikasi, mulai dari registrasi data pelanggan sampai membeli paket internet. Aplikasi Switch tersedia di Google Play Store untuk perangkat Android dan Apple App Store untuk perangkat iOS.

Pelanggan tetap membutuhkan kartu SIM fisik untuk mendapatkan layanan internet seluler Switch.

Namun, alih-alih dibeli di gerai offline seperti kartu SIM dari provider konvensional, kartu SIM Switch didapatkan dengan memesannya lewat aplikasi. Setelah order, kartu akan dikirim ke alamat pemesan.

Untuk menarik calon pelanggan, selain kuota darurat tadi, Switch Mobile turut menawarkan beberapa fitur lain, misalnya poin reward yang bisa ditukar dengan paket internet, bebas memilih jenis paket sesuai kebutuhan, dan nomor telepon yang bisa dipilih sendiri.

"Sistem kami akan merekomendasikan nomor, tetapi ada enam digit di belakang yang bisa diotak atik. Pengguna bisa pilih atau bisa mengajukan nomor yang diinginkan. Setelah sesuai, kami akan mengirimkannya ke rumah," ujar Andry.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X