100.000 Pegawai Google di AS Diminta Kerja dari Rumah karena Wabah Corona

Kompas.com - 11/03/2020, 20:50 WIB
Ilustrasi: logo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat. Yudha Pratomo/KompasTeknoIlustrasi: logo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat.

KOMPAS.com - Kekhawatiran terhadap persebaran wabah corona kian meningkat. Wabah ini tak hanya menyerang sektor kesehatan, industri teknologi pun ikut terkena dampak. 

Kali ini induk perusahaan Google, Alphabet, mengambil langkah antisipatif dalam menyikapi persebaran virus tersebut.

Alphabet meminta sebanyak sekitar 100.000 pegawai Google di negara bagian Carolina Utara, Amerika Serikat, untuk bekerja dari rumah.

"Sebagai langkah perlindungan untuk Alphabet dan komunitas yang lebih luas, kami merekomendasikan Anda bekerja dari rumah, jika memungkinkan," kata Chris Rackow, Wakil Presiden Keamanan Global Google melalui sebuah email.  

Semua karyawan di kantor tersebut disarankan untuk bekerja secara remote hingga 10 April mendatang. Secara keseluruhan, ada sebanyak 11 kantor Google yang mendapat rekomendasi ini.  

Kebijakan serupa sebelumnya juga telah diterapkan pada karyawan Google yang berada di wilayah Seattle, Washington, Amerika Serikat. 

Dalam email-nya Chris mengatakan bahwa pihak Google tengah memantau situasi dan kondisi yang berkembang. Ia juga mengatkan akan terus memperbarui timeline sesuai dengan kebutuhan.

Baca juga: Google Hapus Video Hoaks Jamu Obat Corona di YouTube

Kebijakan tersebut diambil bukan tanpa sebab. Di Amerika Serikat, kasus virus corona telah mencapai angka 900 kasus dan 30 di antaranya meninggal dunia. 

Selain langkah pencegahan, Google juga mengumumkan tengah menggalang dana untuk para pegawai paruh waktu yang jam kerjanya ikut terpotong karena kebijakan tersebut.

Dirangkum KompasTekno dari CNN, Rabu (11/3/2020), sekolah dan universitas di Amerika Serikat, kini telah mengalihkan kegiatan belajar mengajar mereka secara online. 

Sejumlah ajang bertaraf internasional yang digelar di Amerika Serikat pun harus dibatalkan demi mencegah persebaran virus tersebut.

Baca juga: Twitter Wajibkan 5.000 Karyawan Bekerja dari Rumah gara-gara Corona

Salah satu acara besar yang dibatalkan adalah Google I/O. Ajang tahunan ini mempertemukan para pengembang aplikasi dari seluruh dunia ini harus batal digelar. Google I/O awalnya direncanakan digelar pada 12 Mei 2020 mendatang.

 

Selain Google, Twitter juga telah memberlakukan kebijakan serupa. Twitter meminta sekitar 5.000 karyawannya di seluruh dunia untuk bekerja dari rumah.

Menurut Chief of HR Twitter, Jennifer Christie, langkah ini diambil untuk meminimalisasi kontak antar-karyawan dan mengurangi risiko penularan virus Covid-19.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X