Gojek Tanggapi Kasus Penipuan yang Dialami Asisten Sandra Dewi

Kompas.com - 18/03/2020, 12:15 WIB
Tampilan baru aplikasi perusahaan ride-sharing Go-Jek. Reza Wahyudi/KOMPAS.comTampilan baru aplikasi perusahaan ride-sharing Go-Jek.

KOMPAS.com - Asisten artis peran Sandra Dewi, Ratih Purnamasari dikabarkan ditipu oknum mitra Gojek. Ia mengaku merugi ratusan juta rupiah akibat kejadian ini. Gojek pun telah menerima laporan penipuan yang dialami Ratih.

"Betul, laporannya sudah kami terima dan sudah kami tindaklanjuti," kata Teuku Parvinanda, Senior Manager Corporate Affairs Gojek saat dihubungi KompasTekno, Rabu (18/3/2020).

Parvinanda mengatakan telah berkomunikasi dengan Ratih dan Sandra Dewi terkait penipuan ini. Menurut Parvinanda, penipu yang mengatasnamakan mitra driver Gojek menggunakan modus rekayasa sosial.

Penipu sengaja memanipulasi psikologis korban agar mau mengirim sejumlah uang melalui akun virtual si penipu.

Baca juga: Teknologi Makin Maju, Penipuan dengan Rekayasa Sosial Pun Berubah

"Kami mengecam tindakan penipu yang memanfaatkan kelengahan mitra maupun pelanggan untuk mengambil keuntungan dari mereka," lanjut Parvinanda.

Saat ini, pihak Gojek telah melakukan investigasi dan siap memberikan pendampingan bagi korban untuk memproses masalah ini ke pihak berwajib. Kasus penipuan mengatasnamakan mitra driver Gojek bukan kali pertama terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gojek pun telah bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menanggulangi kasus serupa. Gojek juga meminta para mitra dan penggunanya semakin waspada.

Sebagai tips, ada empat hal yang bisa dilakukan mitra dan pengguna Gojek untuk menghindari penipuan. Pertama, jangan melakukan pengiriman uang di luar aplikasi.

Sebab, Gojek tidak pernah meminta pelanggan untuk melakukan transfer kemana pun dengan alasan apapun. Kedua, pengguna tidak diperkenankan memberikan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS kepada siapapun demi keamanan data pribadi.

Baca juga: Cegah Penipuan, GoJek Sediakan 3 Fitur Penjaga Keamanan

Ketiga, pengguna diminta menggunakan PIN pada aplikasi Gojek untuk meningkatkan keamanan dan terakhir, mengadukan hal-hal mencurigakan melalui e-mail resmi dan halaman bantuan di aplikasi Gojek.

Kronologi penipuan 

Peristiwa penipuan yang dialami asisten Sandra Dewi terjadi pada Selasa (17/3/2020) pagi saat Ratih membeli buah di salah satu supermarket kawasan Kemang, Jakarta Selatan menggunakan aplikasi Gojek.

Saat transaksi pembayaran, sang oknum mengatakan pembayaran kurang Rp 150.000. Ia pun meminta asisten Sandra Dewi untuk mentransfer melalui akun virtual. Namun, ada kode yang diminta untuk dimasukan di depan nominal.

Baca juga: Awas, Penipuan Lewat Call Forwarding untuk Retas Akun Ojek Online

"Nanti di nominal jangan lupa gunakan barkode 005 lalu 150000. Di nominal 005150000," tulis sang oknum melalui pesan singkat.

Setelah kode dimasukkan, ternyata nominal berubah menjadi Rp 5.150.000. Tapi, setelah ditransfer, si oknum mengaku jika tranferan belum diterima sehingga asisten Sandra Dewi harus mengulang transfer berkali-kali.

Hingga akhrnya ia menyadari bahwa telah kehilangan uang ratusan juta.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.