BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan OPPO

Cara Cerdik Mengabadikan Aksi Panggung dengan Kamera Smartphone

Kompas.com - 18/03/2020, 22:38 WIB
Mengabadikan konser musik menggunkaan kamera ponsel. ShutterstockMengabadikan konser musik menggunkaan kamera ponsel.
Penulis Agung Dwi E
|

KOMPAS.com – Perasaan Mukhamad Arianto (29) makin bungah saat mendekati hari konser musik band favoritnya, Good Morning Everyone (GME), di acara Java Jazz Festival 2020.

Ini merupakan kali pertama band asal kota kelahirannya turut di festival jaz terbesar di Tanah Air. Ia pun tak ingin melewatkan kesempatan itu.

Sebulan sebelum konser diadakan, Ari sudah memesan tiket kereta api pergi-pulang Semarang-Jakarta. Ia pun mengontak temannya yang kebetulan bekerja di Ibu Kota agar bisa mendapat tumpangan menginap gratis.

“Maklum, anggaran terbatas, jadi memanfaatkan teman yang ada,” terang Ari saat bercerita kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Ia mengaku sudah menjadi penggemar GME sejak band itu pertama kali dibentuk pada 2008. Saat itu, GME masih berada di jalur indie dan memainkan musik pop punk serta manggung dari gigs ke gigs di Semarang.

Baca juga: Oppo Reno3 Resmi di Indonesia, Harga Rp 5,2 Juta

Sekarang, 12 tahun berselang, GME sudah menjadi salah satu band Semarang yang masuk pasar musik nasional. GME kini pun sudah direkrut major label, yakni Sony Music Indonesia.

Ari tidak ingin melewatkan momen band favoritnya itu. Ia ingin mengabadikan aksi Sani, Yuli, Daniel, Erwin, dan Dani di Java Jazz.

“Saya suka memotret aksi panggung GME. Ya, meski cuma berbekal kamera ponsel dan hasil foto enggak sebagus fotografer profesional, tapi setidaknya saya mengabadikan perjalanan mereka dari awal hingga saat ini,” imbuhnya.

Ari pun tidak sendirian. Saat ini, hampir setiap penonton akan mengarahkan ponsel ke arah panggung, baik untuk memotret atau mengambil video.

Kepuasan mengabadikan aksi panggung musisi favorit menjadi salah satu alasan utama penikmat musik datang ke konser.

Mereka umumnya berbekal smartphone. Hal ini bukan tanpa alasan. Sebagian besar penyelenggara konser melarang penonton membawa kamera profesional.

Baca juga: Keindahan Milan dan Luzern dalam Jepretan Oppo Reno3

Acara musik seperti Java Jazz bahkan melarang penonton merekam menggunakan tablet dan melarang memakai tripod, monopod, maupun selfiestick. Handycam juga dilarang.

Hal itu dilakukan untuk menjaga kenyamanan penonton lainnya dalam menikmati konser.

Sayangnya, tidak semua penonton mengabadikan konser dengan penuh perhitungan layaknya fotografer konser. Mereka memotret ala kadarnya sambil terbawa alunan musik yang dibawakan oleh grup band atau penyanyi solo favorit.

Hasil foto konser yang diambil pun biasanya tidak akan maksimal. Umumnya, foto jadi terdapat banyak noise, blur, miring, dan komposisinya berantakan. Tentu hal ini akan mengurangi kepuasan menonton konser, apalagi jika foto itu akan diunggah di akun Instagram.

Cerdik Memotret Foto Konser

Untuk menghasilkan foto konser yang pas dan bagus, memang dibutuhkan persiapan dan kecerdikan. Terutama, terkait penyesuaian diri dengan waktu dan keadaan (timing).

Christ Messakh, salah satu stage photographer, menjelaskan, fotografi panggung mempunyai banyak sekali elemen, seperti pencahayaan, ambience penonton, hingga ekspresi dan gerakan tubuh musisi di panggung.

Ilustrasi penonton memotret pertunjukan konser menggunakan kamera ponsel.Shutterstock Ilustrasi penonton memotret pertunjukan konser menggunakan kamera ponsel.

Di sinilah tantangan mendapatkan foto panggung yang bagus. Namun, Christ menambahkan, bila berhasil mendapatkan foto bagus, akan menjadi kepuasan tersendiri.

“Satu hal terpenting adalah menyesuaikan hype penonton dan dinamika gerakan artis di atas panggung dengan metode foto yang digunakan. Kalau artisnya banyak bergerak, metode fotonya berbeda dengan artis yang tidak banyak bergerak,” jelas Christ dalam acara workshop fotografi “Mata Waktu Java Jazz 2020”, Kamis (26/02/2020), seperti dikutip dari Kompas.id.

Baca juga: Fotografer Darwis Triadi Jepret Objek Pakai Oppo Reno3, Hasilnya?

Sekalipun menggunakan kamera ponsel, penonton konser masih bisa menghasilkan foto bagus layaknya menggunakan kamera profesional. Seperti yang diutarakan Christ, ketepatan mengambil momen sembari menyesuaikan dengan elemen di panggung akan jadi kunci untuk mendapatkan foto konser bagus.

Nah, agar bisa lebih maksimal memotret layaknya fotografer konser profesional, Kompas.com merangkum tips seni memotret konser menggunakan kamera ponsel.

Pertama, memastikan memori ponsel lega

Sebelum berangkat ke konser, pastikan dulu memori ponsel lega. Hapus atau back up file-file yang ada di ponsel terlebih dahulu. Bila memori ponsel lega, saat mengambil gambar pun tidak khawatir lagi. Sebab, ruang untuk menyimpan foto-foto konser masih besar.

Kedua, memanfaatkan pencahayaan panggung

Cahaya panggung merupakan cahaya terbaik dalam mengambil foto konser. Cahaya panggung ini sudah diatur sedemikian rupa untuk membuat konser semakin indah dan dramatis.

Karena cahaya panggung ini, penonton pun tidak perlu menggunakan lampu flash yang ada di ponsel. Lampu tersebut justru akan bertabrakan dengan cahaya panggung. Foto yang dihasilkan pun jadi tidak “berseni” alias datar-datar saja.

Pastikan memotret konser dengan memperhatikan timing cahaya panggung. Sebab, cahaya panggung biasanya datang berkali-kali dan ada momen-momen pas ketika musisi beraksi dengan warna pencahayaan tertentu.

Penonton pun bisa memanfaatkan teknik siluet. Misalnya saja, mengambil foto saat tidak ada cahaya di subjek yang akan difoto dan pencahayaan hanya ada di belakang subjek tadi. Foto siluet ini akan berasa lebih artistik.

Ketiga, mencari tempat terbaik

Posisi menentukan prestasi memang tepat dalam fotografi panggung. Posisi terbaik akan memengaruhi hasil foto.

Yuniadhi Agung, pewarta foto Kompas yang turut mengisi di workshop fotografi “Mata Waktu Java Jazz”, menyebut, dalam menentukan posisi dan tempat mengambil gambar, usahakan jangan sampai mengganggu penonton lain.

“Perhatikanlah posisi dan durasi memotret. Ketika sudah mendapatkan tempat dan waktu yang tepat, fotografer harus sangat memanfaatkannya,” katanya.

Keempat, tunggu momen yang menarik

Penonton harus menunggu momen yang tepat untuk menghasilkan foto konser baik dan dramatis. Biasanya momen tersebut muncul saat musisi menyanyikan lagu andalan atau saat musisi menyanyikan lagu penuh emosi.

Momen menarik juga bisa didapatkan dengan mengambil detail foto dari objek saat konser berlangsung.

“Kita bisa memanfaatkan objek-objek di sekitar kita untuk membuat foto framing. Misalnya membuat foto penyanyi di panggung dengan framing crowd (keramaian) penonton. Bisa di-frame dari tangan-tangan penonton, HP, dan lain-lain,” imbuh Yuniadhi.

Kelima, komposisi

Foto konser yang berseni juga harus memperhatikan komposisi. Penonton bisa mengambil foto dengan memperhatikan cerita menarik di balik objek yang difoto. Misalnya saja, detail-detail di dalam panggung, seperti para kru, tata panggung, atau saat musisi sedang mengeset alat musik sebelum membawakan lagu berikutnya.

Selain tips-tips tadi, memotret konser akan makin sempurna bila menggunakan smartphone yang mempunyai fitur kamera bagus. Contohnya adalah Oppo Reno3.

Ponsel terbaru Oppo ini sudah dilengkapi beragam fitur kamera layaknya kamera profesional. Kamera Oppo Reno3 sudah dilengkapi mode manual sehingga fitur-fitur, seperti ISO, fokus, dan zoom, bisa diatur sesuai keinginan.

Ponsel ini juga sudah dibekali fitur-fitur unggulan untuk menunjang fotografi konser. Fitur Ultra Clear 108MP Image, misalnya. Dengan fitur ini, foto konser yang dihasilkan tidak hanya beresolusi tinggi, tetapi juga kaya warna. Detail dan ketajaman warna akan terasa sekali.

Untuk mengambil foto jarak jauh, kamera Reno3 sudah dibekali fitur 5X Hybrid Zoom.

Kualitas foto yang dihasilkan akan tetap jelas dan jernih, meski diambil dari jarak yang cukup jauh karena keempat kamera belakang Reno3 akan bekerja sama menghasilkan perbesaran optikal 2x – 5x serta perbesaran digital hingga 20x.

Menariknya lagi, di cahaya yang minim seperti konser musik, kamera Oppo Reno3 akan tetap menghasilkan gambar dengan saturasi warna dan komposisi cahaya yang baik. Hal ini berkat fitur Ultra Dark Mode yang bisa menangkap cahaya meski sumber cahaya minim.

Bila ingin selfie bareng teman-teman di acara konser, Oppo Reno3 juga sudah dilengkapi fitur 44MP Ultra Night Selfie di kamera depan.

Dengan fitur tersebut, hasil foto selfie akan tetap menawan sekalipun cahaya sangat minim. Hal ini berkat perpaduan dari algoritme artifisial intelligence, HDR, dan pengurangan noise pada tiap bingkai.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya