Pengiriman Smartphone Global Alami Penurunan Terbesar Sepanjang Sejarah

Kompas.com - 23/03/2020, 12:39 WIB
Reklame promosi dari aneka merek ponsel dan gawai memadati ruang atrium di pusat perbelanjaan ITC Roxy Mas, Jakarta. KOMPAS.com/ WAHYUNANDA KUSUMA PERTIWIReklame promosi dari aneka merek ponsel dan gawai memadati ruang atrium di pusat perbelanjaan ITC Roxy Mas, Jakarta.

KOMPAS.com - Pengiriman smartphone secara global pada bulan Februari 2020 mengalami penurunan 38 persen dari periode yang sama di tahun sebelunya (year over year/YoY).

Menurut firma riset Strategy Analytics, penurunan tersebut adalah yang terburuk sepanjang sejarah pemasaran smartphone secara YoY.

"Februari 2020 kami melihat penurunan terbesar dalam sejarah pemasaran smartphone global," ungkap Neil Mawston, Executive Director at Strategy Analytics.

Volume pengiriman smartphone menurun drastis dari angka 99,2 juta unit di periode yang sama tahun lalu menjadi 61,8 juta unit. Jika dihitung dari bulan Januari 2020, angka penurunan yang terjadi justru lebih besar yakni 39 persen.

Biang keladi dari fenomena ini tak lain adalah pandemi COVID-19 atau corona. Virus ini "menginfeksi" berbagai macam sektor industri di seluruh dunia termasuk industri smartphone.

Penurunan jumlah pengiriman smartphone ini juga tidak terlepas dari kebijakan pemeritah China yang mengisolasi sejumlah wilayah pada awal tahun 2020.

Akibat kebijakan isolasi tersebut, beberapa pabrik komponen smartphone kemudian harus meliburkan karyawannya.

Baca juga: Wabah Corona Pangkas Penjualan Smartphone di China hingga Setengah

"Pasokan dan permintaan smartphone menurun di China, merosot di seluruh Asia dan melambat di seluruh dunia," jelas Mawston.

Ia kemudian berujar bahwa ini adalah salah satu sejarah kelam yang ingin dilupakan industri smartphone.

Firma analis Stategy Analytics memprediksi penurunan ini akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

"Ketakutan akan virus corona menyebar hingga Eropa, Amerika Utara, dan tempat lain, dan ratusan juta konsumen sedang diisolasi, tidak mampu dan tidak mau membeli perangkat baru," jelas Yiwen Wu, Senior Analyst at Strategy Analytics.

Ia menambahkan, industri smartphone harus berkerja keras dalam beberapa minggu mendatang untuk mendongkrak lagi penjualan mereka.

Berbagai strategi pemasaran harus digaungkan, seperti penjualan melalui flash sale, diskon, atau bundling dengan produk lain.

Baca juga: Daftar 5 Smartphone Terlaris di Masing-masing Wilayah di Dunia

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Phone Arena, Senin (23/3/2020), kondisi di China saat ini kian membaik. Sejumlah pabrikan komponen smartphone di China pun sudah kembali beroperasi secara normal.

Apple yang sempat menutup gerai di China juga sudah membuka 42 Apple Store di sana. Namun, Apple justru menutup gerai-gerai lain di luar China karena pandemi corona masih menyebar di sebagian besar negara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X