Netflix dan YouTube Kompak Turunkan Kualitas Video di Eropa

Kompas.com - 23/03/2020, 13:27 WIB
ilustrasi Netflix dan YouTube www.ft.comilustrasi Netflix dan YouTube

KOMPAS.com - Akibat wabah corona yang meluas, sejumlah negara di Eropa memberlakukan kebijakan lockdown dan meminta masyarakatnya untuk mengkarantina diri di rumah masing-masing. 

Kebijakan tersebut membuat masyarakat yang mengurung diri di rumah, mengandalkan internet sebagai hiburan. 

Kondisi inilah yang melatarbelakangi Netflix dan YouTube untuk mengurangi kualitas video streaming pada platform-nya di wilayah Eropa. 

Langkah tersebut diambil Netflix dan YouTube untuk mencegah terjadinya lonjakan trafik dan mengurangi beban pada jaringan broadband.

Langkah tersebut diambil setelah Kepala Industri wilayah Uni Eropa, Thierry Breton, memanggil sejumlah penyedia layanan video streaming dan meminta mereka untuk turut mengurangi beban infrastruktur internet di sana. 

Diketahui bahwa saat ini, terjadi lonjakan trafik internet di wilayah Eropa karena masyarakat hanya bisa berdiam diri di rumah demi meminimalisasi risiko terinfeksi virus corona. 

Perusahaan telekomunikasi Vodafone di Inggris mencatat bahwa semenjak pemerintah menyarankan masyarakat berdiam diri di dalam rumah, lonjakan trafik layanan data pun turut melonjak.

Baca juga: Tangkal Hoaks, YouTube Bikin Halaman Khusus Video Corona

Perusahaan mencatat bahwa lalu-lintas data mengalami peningkatan hingga 50 persen di Eropa pada pekan ini yang terjadi hingga pukul 9 malam setiap hari waktu setempat.

Sementara, operator seluler Telecom Italia juga menyebut bahwa lonjakan trafik data mengalami peningkatan hingga 75 persen pada saat akhir pekan lalu.

Menanggapi permintaan ini, YouTube mengatakan bahwa pihaknya hanya akan menyediakan layanan video streaming dengan kualitas standar selama 30 hari ke depan di Eropa.

Langkah itu diambil YouTube guna mengurangi penekanan bandwidth pada internet service provider (ISP) di wilayah Eropa akibat banyaknya orang yang mengakses video di YouTube untuk mengisi kegiatan mereka selama di rumah.

Netflix juga mengatakan akan mengurangi kualitas streaming selama 30 hari ke depan untuk mengurangi konsumsi data pengguna sebesar 25 persen.

Baca juga: Netflix Sumbang Rp 1,5 Triliun untuk Industri Kreatif Terdampak Corona

"Mengikuti diskusi antara Komisaris Thierry Breton dan CEO Netflix, Reed Hastings, serta mengingat tantangan luar biasa yang ditimbulkan oleh coronavirus, Netflix telah memutuskan untuk mulai mengurangi bitrate di semua layanan kami di Eropa," kata juru bicara Netflix.

Dirangkum KompasTekno dari Tech Radar, Senin (23/3/2020) Netflix juga mengungkapkan bahwa dengan pengurangan kualitas ini, pengguna hanya akan menghabiskan data sebesar 1 GB jika menonton selama satu jam. 



Sumber TechRadar
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

Gadget
Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Gadget
Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Gadget
Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Gadget
Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Software
Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Gadget
'Star Wars Battlefront II' Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

"Star Wars Battlefront II" Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

Software
Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

e-Business
Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Internet
Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Gadget
Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Software
Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Gadget
Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Software
Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Gadget
Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads X