Harga Realme 6 di Indonesia Lebih Mahal Rp 400.000, Ini Alasannya

Kompas.com - 24/03/2020, 16:17 WIB
Realme 6 (kiri) dan Realme 6 Pro (kanan). RealmeRealme 6 (kiri) dan Realme 6 Pro (kanan).

KOMPAS.com - Realme 6 dan Realme 6 Pro resmi dirilis di Indonesia dalam sebuah acara peluncuran live streaming, Selasa (24/3/2020). Meski demikian, harga kedua smartphone tersebut di Indonesia ternyata lebih mahal dibanding versi India, saat diluncurkan.

Varian tertinggi Realme 6 (8 GB/128 GB) versi India misalnya, dijual dengan harga 15.999 Rupee (Rp 3,4 juta), sementara versi Indonesia dengan konfigurasi RAM dan memori yang sama, dibanderol harga Rp 3,8 juta.

Begitu pula Realme 6 Pro (8 GB/128 GB) yang dibanderol dengan harga sekitar Rp 400.000 lebih mahal dibanding versi India (18.999 Rupee/Rp 4,1 juta), yakni Rp 4,5 juta.

Baca juga: Fitur Serba Pertama di Realme 6 dan Realme 6 Pro

Lantas, apakah perbedaan harga ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi terkini yang kemungkinan dipengaruhi oleh wabah virus corona (Covid-19)? 

Menurut Marketing Director Realme Indonesia, Palson Yi, kondisi ekonomi global saat ini mungkin mendorong harga Realme 6 dan Realme 6 Pro melonjak, meski pengaruhnya tidak begitu signifikan.

"Mungkin ada sedikit pengaruh, terutama dari fluktuasi harga nilai mata uang Rupiah terhadap Dollar AS," kata Palson kepada KompasTekno di acara live conference, Selasa (24/3/2020).

Marketing Director Realme Indonesia, Palson Yi, dalam konferensi pers online, Selasa (24/3/2020).KOMPAS.com/Bill Clinten Marketing Director Realme Indonesia, Palson Yi, dalam konferensi pers online, Selasa (24/3/2020).

"Tapi strategi penetapan harga (Realme 6 dan Realme 6 Pro) sebenarnya didorong oleh faktor lainnya yang pengaruhnya lebih besar, meski harga kedua perangkat memang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya," imbuh Palson.

Faktor-faktor yang dimaksud Palson salah satunya berasal dari strategi penjualan di kanal e-commerce. 

Alih-alih dipasarkan di beragam e-commerce seperti Indonesia, Realme 6 dan Realme 6 Pro versi India hanya dijual di satu kanal penjualan online saja, yakni Flipkart.

Hal itu membuat biaya kanal, tenaga kerja, logistik, dan lain sebagainya, bisa dibilang lebih hemat ketimbang strategi penjualan di Indonesia yang mengandalkan beberapa channel pemasaran.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.