Twitter Perbanyak Verifikasi Biru untuk Akun Milik Ahli Kesehatan

Kompas.com - 25/03/2020, 07:41 WIB
Ilustrasi akun Twitter CNNIlustrasi akun Twitter
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Twitter akan lebih banyak memberikan " centang biru" alias verifikasi pada akun para ahli kesehatan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi informasi palsu terkait Covid-19 yang beredar di Twitter. 

Melalui sebuah kicauan, Twitter mengatakan bahwa mereka tengah bekerja sama dengan sejumlah otoritas kesehatan global, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), untuk mengidentifikasi akun mana saja yang layak diverifikasi.

Twitter pun mengatakan, saat ini mereka telah memberikan verifikasi biru pada ratusan akun milik ahli kesehatan. 

"Kami tengah bekerja sama dengan otoritas kesehatan global untuk mengidentifikasi akun para ahli kesehatan dan kami sudah memverifikasi ratusan akun," ujar pihak Twitter di akun @TwitterSupport. 

Kendati demikian, Twitter tidak memberikan penjelasan secara rinci jumlah akun yang telah diverifikasi. Tidak dijelaskan pula apakah kebijakan ini berlaku secara global atau hanya untuk wilayah tertentu.  

Untuk mempermudah proses verifikasi, pihak Twitter menganjurkan sejumlah hal kepada para pengguna, jika mereka ingin dinilai sebagai "ahli kesehatan".

Baca juga: Twitter Larang Kicauan yang Menyesatkan soal Virus Corona

Pertama, pastikan alamat e-mail yang dipakai di Twitter adalah e-mail yang mewakili lembaga atau organisasi kesehatan yang berkaitan dengan mereka bekerja.

Pada alamat e-mail tersebut sebaiknya tercantum informasi domain institusi kesehatan tempat bekerja. Atau jika tidak, e-mail tersebut sebaiknya berasal dari organisasi tempat pengguna tersebut bernaung. 

Hal ini penting karena Twitter akan memverifikasi sebuah akun yang dianggap sebagai ahli kesehatan tadi berdasarkan alamat e-mail tersebut. 

Selain alamat e-mail, Twitter juga bakal mengecek halaman informasi "bio" pada akun yang bersangkutan.

Artinya, pengguna yang ingin diverifikasi sebagai ahli kesehatan juga harus memperbarui informasi pada bio Twitter dengan mencantumkan tautan situs institusi kesehatan terkait.

Selain itu, pengguna juga dianjurkan memberikan informasi akun Twitter miliknya di dalam situs resmi organisasi atau tempat ia bekerja agar pihak Twitter dapat memverifikasinya dengan cepat.

Baca juga: Facebook, Google, Twitter dkk Kerja Sama Perangi Hoaks Virus Corona

Dirangkum KompasTekno dari Engadget, Rabu (25/3/2020), Twitter juga berencana untuk menerima masukan publik untuk melihat akun mana saja yang layak untuk diberikan centang biru. Dengan demikian, Twitter tak hanya menerima masukan dari otoritas kesehatan global.

Verifikasi biru di Twitter sejatinya memudahkan orang mengenali bahwa sebuah akun minat publik adalah asli.

Sebuah akun akan mendapat verfikasi jika akun tersebut ditetapkan sebagai akun yang diminati publik.

Contohnya adalah akun milik public figure, lembaga pemerintahan, media, atau bidang penting lainnya. 

 



Sumber ENGADGET
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X