Vendor-vendor Ponsel Hentikan Operasional Pabrik di India

Kompas.com - 27/03/2020, 14:43 WIB
Petugas keamanan di New Delhi memeriksa pengendara pada hari pertama pemberlakuan karantina atau lockdown di seluruh wilayah di India, Rabu (25/03/2020). Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan, negaranya memasuki masa lockdown total selama 21 hari untuk memerangi virus corona. AFP/SAJJAD HUSSAINPetugas keamanan di New Delhi memeriksa pengendara pada hari pertama pemberlakuan karantina atau lockdown di seluruh wilayah di India, Rabu (25/03/2020). Perdana Menteri India Narendra Modi mengumumkan, negaranya memasuki masa lockdown total selama 21 hari untuk memerangi virus corona.

KOMPAS.com - Perdana Menteri India, Narendra Modi mengumumkan karantina wilayah sementara atau lockdown ke seluruh negara bagian. Karantina dimulai sejak 24 Maret tengah malam waktu setempat, selama 21 hari.

Keputusan ini membuat beberapa pabrikan ponsel yang berlokasi India, terpaksa harus menghentikan operasionalnya sementara. Samsung dikabarkan telah menutup pabriknya yang berlokasi di Kota Noida, Distrik Gautam Buddha Nagar, di negara bagian Uttar Pradesh.

Tidak cuma Samsung yang menutup pabrik, mitra produksi Apple, Foxconn dan Wistron juga melakukan hal yang sama. Keduanya memproduksi iPhone model lama yang dijual dengan harga murah di India.

Penangguhan produksi tersebut diprediksi akan berdampak pada pendapatan Apple, yang pangsa pasarnya di India tidak begitu besar.

Baca juga: Geser Amerika Serikat, India Jadi Pasar Smartphone Terbesar Kedua

Sementara Oppo, Vivo, Xiaomi, dan Realme juga melakukan langkah serupa. Empat vendor asal China itu juga menutup pabriknya di India sampai waktu yang ditentukan pemerintah.

"Keamanan pegawai adalah prioritas kami di Oppo. Mengingat penyebaran virus corona baru-baru ini, sejumlah langkah telah dilakukan. Operasi pabrik di Noida telah kami tangguhkan sesuai arahan dari pemerintah," jelas perwakilan Oppo.

Sementara Xiaomi, akan segera menyusul untuk menutup tujuh pabriknya di India, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Pocket Now, Jumat (27/3/2020). Vendor lain yakni Motorola dan LG juga menghentikan produksinya sementara di India.

Ericsson dan Nokia kemungkinan juga akan melakukan hal yang sama. Sebelumnya, dua perusahaan tersebut mengatakan tetap melakukan operasional dengan mengikuti aturan social distancing, atau jaga jarak sosial yang dicanangkan pemerintah India sebelum lockdown.

Baca juga: Di India, Admin Grup WhatsApp Bisa Dibui jika Anggota Kirim Gambar Porno

"Pabrik Ericsson di Pune akan bekerja berdasarkan aturan social distancing, yakni hanya 50 persen tenaga kerja," kata perwakilan Ericsson, dihimpun dari 91 Mobiles.

Diprediksi, pabrik-pabrik itu akan dibuka kembali setelah 14 April, sesuai waktu tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah India.

Sebelumnya, sejumlah toko dan pabrikan ponsel juga sempat tersendat operasionalnya di China ketika diberlakukan lockdown di beberapa wilayah. Samsung misalnya, harus menutup Samsung Experience Store terbesar di China awal Februari lalu.

Kemudian Apple, yang memiliki beberapa pabrik di China untuk memproduksi beberapa komponen iPhone, sempat mengalami pelambatan produksi akibat penyebaran virus corona di China.

Baca juga: Apple Store di Luar China Tutup hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Perusahaan asal Amerika Serikat itu juga menutup semua Apple Store di China selama lebih dari sepekan.

Saat ini, Apple mulai membuka kembali gerai Apple Store di China, seiring pulihnya kembali aktivitas warga di sana. Namun, giliran Apple Store di sejumlah negara lain yang harus ditutup, akibat virus corona yang kian meluas di berbagai negara, terutama wilayah Eropa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X