Video Conferencing lewat Aplikasi, Apakah Rawan Disadap?

Kompas.com - 30/03/2020, 10:18 WIB
ilustrasi meeting secara video conference googleilustrasi meeting secara video conference
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Dengan diterapkannya work from home oleh perkantoran untuk menekan wabah Covid-19, aplikasi video conference kini banyak digunakan oleh sebagian orang untuk melakukan komunikasi tatap muka dari rumah.

Hal yang sering kali luput dari perhatian adalah faktor keamanan. Bagaimana sekuriti aplikasi video conference dalam melindungi data pengguna yang wira-wiri di dalamnya?

Baca juga: Ini Software dan Kamera yang Dipakai Jokowi untuk Rapat Jarak Jauh

Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya mengungkapkan bahwa aplikasi konferensi video, bahkan yang gratis seperti Skype, Google Hangouts dan Cisco Webex, sebenarnya sudah menerapkan keamanan mumpuni lewat enkripsi sehingga sukar diintip orang lain.

"Kalau video conference dienkripsi minimal 56-bit atau 128-bit, secara teknis sulit sekali menyadap dan mendekripsi data video conference," ujar Alfons saat dihubungi KompasTekno,
Selasa (24/3/2020).

Memang, kadang bisa ada orang tak diundang masuk ke meeting, seperti marak dikenal dengan istilah "zoombombing". Tapi ini disebabkan oleh kecerobohan penyelenggara yang menyebarkan link undangan ke ruang rapat virtual secara publik. 

Meski demikian, Alfons menambahkan bahwa celah keamanan bisa muncul saat pengguna coba menyimpan rekaman percakapan yang dilakukan lewat video conference. Jika disimpan di komputer, maka timbul risiko file tersebut bisa diambil orang tak bertanggung jawab.

Baca juga: Alasan Zoom Banyak Dipakai untuk Rapat hingga Kuliah dari Rumah

Alfons pun menyarankan untuk menyimpan file di layanan video conference yang telah didukung oleh "multi Factor authentication" serta menerapkan end-to-end encryption supaya keamanannya terjamin.

"Risiko video conference tidak hanya di data transfer saja, melainkan penyimpanan data video conference. Jadi sebaiknya data video conference tidak disimpan di komputer karena itu yg akan menjadi titik terlemah pengamanan data," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X