Ditinggal Google, Huawei Kehilangan Pendapatan Rp 196 Triliun

Kompas.com - 01/04/2020, 13:10 WIB
Logo Huawei. Gambar diambil pada 18 September 2019. KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANILogo Huawei. Gambar diambil pada 18 September 2019.

KOMPAS.com - Sejak masuk daftar hitam pemerintah Amerika Serikat pada bulan Mei 2019 lalu, Huawei sempat percaya diri bisa mandiri tanpa Google.

Salah satu buktinya, Huawei mengedepankan ekosistem layanan dan aplikasi buatan sendiri, Huawei Mobile Services, untuk menggantikan Google Mobile Services yang tidak bisa hadir di ponsel-ponselnya lantaran blacklist.

Baca juga: Huawei Masuk Blacklist Amerika Serikat

Namun, absennya aneka aplikasi dan layanan populer Google dari smartphone Huawei tak urung berdampak pada pemasukan vendor asal China itu.

Sepanjang 2019, Huawei mencatat pendapatan sebesar 123 miliar dollar AS (Rp 196,8 triliun), meleset dari target sebesar 135 miliar dollar AS (Rp 2.214 triliun) yang ditetapkannya pada April 2019, sebelum masuk daftar hitam AS.

Deputy Chairman Huawei Eric Xu menyalahkan blacklist AS atas kehilangan potensi pendapatan tersebut.

"Kami tidak mencapai target kami yang telah direvisi, yakni 135 miliar dollar AS (Rp 2.214 triliun). Kami kehilangan 12 miliar dollar AS. Ini adalah dampak dari sanksi AS," ujar Xu, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNBC, Rabu (1/4/2020).

Kehilangan pendapatan terbesar dialami divisi perangkat konsumen yang berkutat pada bisnis ponsel, tablet, dan laptop. Total pendapatannya pada 2019 adalah 66,93 milliar dollar AS (Rp 1.096 triliun), meleset 10 miliar dollar AS dari target Huawei.

Baca juga: Huawei Ingin Layanan Google Kembali di Ponselnya

Sebagian besar dari total pendapatan Huawei pada 2019 disumbang oleh divisi perangkat konsumen ini, dengan proporsi 54 persen.

"Jika tahun lalu tidak ada gangguan (blacklist), pendapatan bisnis perangkat konsumen setidaknya bisa tembus 10 miliar dollar AS lebih banyak daripada angka sebenarnya yang kami capai," imbuh Xu.

Meleset, tapi tetap naik

Di luar target yang meleset, pendapatan Huawei pada 2019 diklaim tetap naik sebesar 19,1 persen dalam kurs yuan dibandingkan tahun 2018.u.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X