Kompas.com - 01/04/2020, 13:10 WIB

KOMPAS.com - Sejak masuk daftar hitam pemerintah Amerika Serikat pada bulan Mei 2019 lalu, Huawei sempat percaya diri bisa mandiri tanpa Google.

Salah satu buktinya, Huawei mengedepankan ekosistem layanan dan aplikasi buatan sendiri, Huawei Mobile Services, untuk menggantikan Google Mobile Services yang tidak bisa hadir di ponsel-ponselnya lantaran blacklist.

Baca juga: Huawei Masuk Blacklist Amerika Serikat

Namun, absennya aneka aplikasi dan layanan populer Google dari smartphone Huawei tak urung berdampak pada pemasukan vendor asal China itu.

Sepanjang 2019, Huawei mencatat pendapatan sebesar 123 miliar dollar AS (Rp 196,8 triliun), meleset dari target sebesar 135 miliar dollar AS (Rp 2.214 triliun) yang ditetapkannya pada April 2019, sebelum masuk daftar hitam AS.

Deputy Chairman Huawei Eric Xu menyalahkan blacklist AS atas kehilangan potensi pendapatan tersebut.

"Kami tidak mencapai target kami yang telah direvisi, yakni 135 miliar dollar AS (Rp 2.214 triliun). Kami kehilangan 12 miliar dollar AS. Ini adalah dampak dari sanksi AS," ujar Xu, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNBC, Rabu (1/4/2020).

Kehilangan pendapatan terbesar dialami divisi perangkat konsumen yang berkutat pada bisnis ponsel, tablet, dan laptop. Total pendapatannya pada 2019 adalah 66,93 milliar dollar AS (Rp 1.096 triliun), meleset 10 miliar dollar AS dari target Huawei.

Baca juga: Huawei Ingin Layanan Google Kembali di Ponselnya

Sebagian besar dari total pendapatan Huawei pada 2019 disumbang oleh divisi perangkat konsumen ini, dengan proporsi 54 persen.

"Jika tahun lalu tidak ada gangguan (blacklist), pendapatan bisnis perangkat konsumen setidaknya bisa tembus 10 miliar dollar AS lebih banyak daripada angka sebenarnya yang kami capai," imbuh Xu.

Meleset, tapi tetap naik

Di luar target yang meleset, pendapatan Huawei pada 2019 diklaim tetap naik sebesar 19,1 persen dalam kurs yuan dibandingkan tahun 2018.u.

Meskipun dijegal pemerintah AS, Huawei pun masih bercokol di peringkat kedua vendor smartphone terbesar dunia pada tahun 2019, menggeser kedudukan Apple, menurut survei beberapa analis pasar.

Neil Shah, salah satu periset pasar Counterpoint Research, mengatakan pencapaian tersebut disumbang oleh pangsa pasar Huawei di China yang masih kuat.

"China berkontribusi sekitar tiga dari lima smartphone Huawei yang terjual secara global pada tahun 2019, dan ini akan meningkat lebih lanjut pada tahun 2020," jelas Shah.

Baca juga: Di-blacklist AS, Ponsel Huawei Malah Laris

China menjadi satu-satunya pasar Huawei yang aman dari dampak pemblokiran pemerintah AS. Sebab, konsumen di Negeri Tirai Bambu tak bergantung pada aplikasi dan layanan Google yang absen dari ponsel Huawei pasca blacklist. 

Prediksi Shah kini bisa saja berubah megingat pandemi virus corona yang turut menerjang industri smartphone. Xu sendiri belum bisa mengatakan pasti seberapa besar dampak pandemi virus corona bagi Huawei.

"Saat ini kami akan mengevaluasi level dampak dari pandemi pada performa pasar di China. Tapi untuk saat ini, di mana pandemi terus meluas ke berbagai belahan dunia, sangat sulit mengatakan seberapa besar dampaknya pada bisnis kami," jelas Xu.

Xu mengatakan, Huawei bisa saja memenuhi kebutuhan pasar dalam jangka pendek. Namun jika pandemi ini terus belanjut secara global dan membuat beberapa pemasok komponen berhenti produksi, kemungkinan Huawei akan mengalami kesulitan cukup lama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video: Unboxing dan Hands-on Poco F4 GT serta Poco F4 versi Indonesia

Video: Unboxing dan Hands-on Poco F4 GT serta Poco F4 versi Indonesia

Gadget
Cara Beli Tiket Konser Westlife 2022 di Bogor, Surabaya, dan Yogyakarta

Cara Beli Tiket Konser Westlife 2022 di Bogor, Surabaya, dan Yogyakarta

e-Business
Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 4 dan Cara Cetak Bukti Penerimaannya

Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 4 dan Cara Cetak Bukti Penerimaannya

e-Business
Daftar Game Baru yang Akan Dirilis Juli 2022 di PC, PlayStation, hingga Nintendo Switch

Daftar Game Baru yang Akan Dirilis Juli 2022 di PC, PlayStation, hingga Nintendo Switch

Software
Aplikasi Pindah Data iPhone ke Android Kini Bisa untuk Semua HP Android 12

Aplikasi Pindah Data iPhone ke Android Kini Bisa untuk Semua HP Android 12

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Poco F4 GT di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Poco F4 GT di Indonesia

Gadget
Vivo T1 5G Varian 256 GB Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Vivo T1 5G Varian 256 GB Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2022 di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2022 di Indonesia

Gadget
Mengenal Youtuber Minecraft “Technoblade” yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Mengenal Youtuber Minecraft “Technoblade” yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Software
Menjajal TWS Nothing Ear 1 yang Dibanderol Rp 1,5 Juta di Indonesia

Menjajal TWS Nothing Ear 1 yang Dibanderol Rp 1,5 Juta di Indonesia

Gadget
Bocoran Harga Nothing Phone (1), Ponsel Pertama Bikinan Mantan Pendiri OnePlus

Bocoran Harga Nothing Phone (1), Ponsel Pertama Bikinan Mantan Pendiri OnePlus

Gadget
Cara Menampilkan Avatar 3D di 'Always On Display' Oppo Reno 7

Cara Menampilkan Avatar 3D di "Always On Display" Oppo Reno 7

Gadget
Snapchat Punya Layanan Berbayar, tapi Masih Ada Iklannya?

Snapchat Punya Layanan Berbayar, tapi Masih Ada Iklannya?

Software
Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

e-Business
Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, 'Berantakan' dan Pakai Software iPod

Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, "Berantakan" dan Pakai Software iPod

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.