Google Larang Karyawan Pasang Aplikasi Zoom di Kantor

Kompas.com - 09/04/2020, 08:14 WIB
Ilustrasi: logo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat. Yudha Pratomo/KompasTeknoIlustrasi: logo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat.

KOMPAS.com - Aplikasi video telekonferensi Zoom saat ini tengah menjadi sorotan publik terkait sistem keamanannya. Zoom sendiri tidak menampik bahwa memang adanya celah keamanan di dalam sistemnya.

Menanggapi hal tersebut, Google pun mengambil kebijakan tegas. Google melarang karyawannya untuk memasang dan menggunakan aplikasi Zoom di komputer kantor.

Kebijakan tersebut mulai disebar kepada internal karyawan Google, pada minggu lalu, melalui e-mail. Dalam edaran tersebut, Google juga menyinggung bahwa aplikasi Zoom memiliki celah keamanan.

"Kami memiliki kebijakan lama untuk tidak mengizinkan karyawan menggunakan aplikasi yang tidak disetujui yang berada di luar jaringan perusahaan," kata perwakilan Google, Jose Castaneda.

Tim keamanan Google telah menginformasikan bahwa aplikasi Zoom Desktop Client tidak akan lagi bisa berjalan di komputer kantor karena tidak memenuhi standar keamanan.

Jika karyawan masih ingin menggunakan Zoom, mereka bisa mengaksesnya melalui web browser atau smartphone pribadi.

Baca juga: Zoom Disebut Tidak Aman, Begini Cara Hapus Permanen Akunnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlepas dari upaya Google melarang karyawannya menginstal aplikasi Zoom di perangkat kantor, Google sendiri memiliki aplikasi telekonferensi serupa yakni Google Hangouts Meet. Aplikasi ini juga populer digunakan di AS.

Menurut laporan dari App Annie, rata-rata unduhan mingguan aplikasi Zoom meningkat 14 kali lipat pada 14-21 Maret 2020, dibanding periode yang sama pada kuartal IV-2019.

Sementara Google Meet mengalami peningkatan 24 kali unduhan di periode yang sama.

Dirangkum KompasTekno dari 9to5Google, Kamis (9/4/2020), Google bukanlah perusahaan pertama yang melarang penggunaan Zoom untuk karyawannya. Sebelumnya, perusahaan yang didirikan Elon Musk, SpaceX, juga memberlakukan hal yang sama.

Pun halnya dengan pemerintah New York, AS, di mana Departemen Pendidikan setempat mengimbau para guru untuk tidak menggunakan Zoom saat telekonferensi dengan para muridnya.

Mereka dianjurkan untuk beralih ke Microsoft Team untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di rumah selama physical distancing.

Microsoft Team dinilai lebih aman dan sejalan dengan aturan yang melindungi hak serta privasi siswa di AS.

Baca juga: Khawatir Pakai Zoom? Ini 6 Aplikasi Meeting Online Alternatif

Beberapa kasus lemahnya sistem keamanan Zoom terungkap ke publik seiring penggunaannya yang kian masif selama pandemi Covid-19.

Aplikasi Zoom yang terpasang di iPhone dan iPad kabarnya mengirimkan data pengguna ke Facebook meskipun pengguna tidak memiliki akun Facebook.

Baru-baru ini dilaporkan ribuan rekaman video Zoom beredar di internet tanpa perlindungan password. Zoom pun berjanji akan mengatasi masalah kemanan ini dalam beberapa bulan ke depan dan menangguhkan sejumlah fitur baru yang akan dirilis.

Baca juga: Cara Mengamankan Telekonferensi Zoom dari Orang Tak Diundang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber 9to5Google

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.