Kelompok Hacker Serang China, Diduga Terkait Virus Corona

Kompas.com - 09/04/2020, 09:29 WIB
Ilustrasi hacker. SCMPIlustrasi hacker.
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Kelompok peretas ( hacker) bernama DarkHotel, menyerang China. Para peretas tersebut menargetkan lembaga dan organisasi pemerintah di sana. 

Peretas melakukan serangan siber dengan cara membobol server VPN untuk menyusup masuk ke dalam sistem. Tindakan tersebut diduga dilakukan untuk menggali informasi lebih banyak seputar wabah Covid-19.  

Aksi peretasan ini diketahui dari laporan terbaru dari perusahaan keamanan siber asal China, Qihoo 360. 

Berdasarkan laporan tersebut, DarkHotel, disinyalir berhasil membobol VPN melalui manipulasi pembaruan (update) sistem yang akan aktif ketika VPN tersebut diakses.

Pihak Qihoo 360 mengatakan, saat ini, VPN memang memiliki peran yang sangat penting dalam komunikasi jarak jauh baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun lembaga pemerintah.

Baca juga: Hacker Bobol Sistem Keamanan Verifikasi Dua Langkah di 10 Negara

Apalagi, di tengah wabah virus corona yang mengharuskan banyak pihak untuk melakukan kegiatannya dari rumah dan mengandalkan koneksi internet sebagai jalur komunikasi.

Aksi serangan ini tak hanya menargetkan organisasi dan lembaga pemerintah China yang ada di dalam negeri.

Lembaga pemerintah China yang berada di negara-negara lain seperti Italia, Korea Utara, hingga Thailand pun turut menjadi sasaran.

"Sejak Maret tahun ini, lebih dari 200 server VPN telah dibobol dan banyak lembaga pemerintah China di luar negeri diserang. Pada awal April, serangan itu menyebar ke lembaga-lembaga pemerintah di Beijing dan Shanghai," ungkap Qihoo 360 dalam laporannya.

Selain menargetkan lembaga pemerintahan China, kelompok peretas tersebut juga diduga menjadi dalang di balik aksi serangan siber yang menimpa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X