Google Hangouts Meet, 2 Juta Pengguna Baru per Hari dan Ganti Nama

Kompas.com - 09/04/2020, 16:02 WIB
Ilustrasi Google Hangouts Meet. xda-developersIlustrasi Google Hangouts Meet.

KOMPAS.com - Bekerja dan belajar di rumah melalui aplikasi telekonferensi virtual menjadi kebiasaan "normal" baru sebagian besar penduduk dunia saat ini.

Hal itu lantaran pemerintah di beberapa negara, termasuk Indonesia, mengimbau warganya untuk tetap berada di rumah atau melakukan physical distancing, demi memutus rantai penularan Covid-19.

Pengembang aplikasi telekonferensi virtual pun mendapat untung dengan pola baru ini. Salah satunya adalah Google yang memililki sejumlah aplikasi video chat telekonferensi, seperti Google Meet dan Google Classroom.

Google Meet sebelumnya dikenal dengan nama Hangouts Meet. Perubahan nama ini terungkap pertama kali dalam postingan blog Google yang mengumumkan penambahan pengguna Google Meet. Meski nama Hangouts Meet masih terpajang di situs G Suite, Play Store, dan Apple App Store.

Dalam blog tersebut, Google mengklaim jumlah pengguna baru Google Meet bertambah dua juta dalam sehari secara global. CEO Google Cloud, Thomas Kurian mengatakan, Google Meet menghasilkan durasi 2 miliar menit video call selama bulan Maret saja.

Baca juga: Cara Menggunakan Google Hangouts Meet untuk Rapat dari Rumah

Capaian itu naik 60 persen dari hari biasanya. Jumlah penggunaan Google Meet dalam sehari juga naik 25 kali lipat dibandingkan pada Januari lalu. Bahkan, Google Meet yang sedianya ditujukan untuk keperluan bisnis, ternyata juga banyak diakses pada akhir pekan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Javier Soltero, Head of Google Suite, mengaku cukup terkejut dengan hasil itu, karena normalnya, tidak ada kegiatan bisnis yang dilakukan pada akhir pekan.

"Itu adalah hal yang cukup unik. Mereka menggunakan Google Meet di jam bersenang-senang, berkumpul dengan keluarga, berpesta," jelas Soltero.

Melonjaknya jumlah pengguna turut didorong oleh promosi Google untuk mendukung program physical distancing yang dicanangkan pemerintah di berbagai negara. Bulan lalu, Google menawarkan fitur premium Google Meet gratis untuk pengguna G Suite dan G Suite Education.

Mereka bisa menggunakan Google Meet untuk mengadakan rapat secara online dengan kapasitas hingga 250 orang. Semua video pertemuan juga bisa direkam dan disimpan.

Selain Google Meet, layanan Google Classroom juga meraup untung. Aplikasi ini digunakan para guru untuk mengelola kelas online mereka selama masa isolasi.

Google Classroom menjadi aplikasi edukasi nomor wahid di toko aplikasi App Store dan Play Store. Sumbangsih Google untuk mendukung program isolasi ini tidak cukup dengan menawarkan promosi gratis G Suite.

Baca juga: Jumlah Download Aplikasi Telekonferensi Naik Drastis dalam Sepekan

Dihimpun KompasTekno dari Cnet, Kamis (9/4/2020), Google juga bekerja sama dengan pemerintah California untuk memberikan 4.000 Chromebook gratis kepada siswa di sana untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di rumah.

Kendati demikian, Google Classroom sempat mendapat kritik karena dituding melanggar undang-undang privasi online anak (Children's Online Privacy Protection Act/COPPA).

Google dianggap mengumpulkan beberapa informasi, seperti lokasi, password, dan situs apa saja yang dikunjungi para siswa.

Tuntutan lain datang dari dua orang siswa di Illionis yang juga menuding Google melanggar Coppa dan undang-undang privasi biometrik di Illionis. Menanggapi kritikan tersebut, Soltero mengatakan Google tetap akan berkomitmen dengan keamanan privasi anak-anak.

"Saya pikir bahwa kamu telah melakukan semuanya dengan benar selama ini," kata Soltero.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.