Pendiri Instagram Bikin Situs Deteksi Covid-19 yang Beda dari Lainnya

Kompas.com - 20/04/2020, 09:15 WIB
Kevin Systrom dan Mike Kreiger dengan latar belakang situs Rt.live. TechcrunchKevin Systrom dan Mike Kreiger dengan latar belakang situs Rt.live.

KOMPAS.com - Duo pendiri Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger kembali bersatu untuk merintis produk baru.

Alih-alih jejaring sosial bak Instagram, mereka belakangan menciptakan sebuah situs bernama Rt.live yang bertujuan untuk mendeteksi penyebaran Covid-19 di wilayah Amerika Serikat (AS).

Tidak seperti situs kebanyakan yang biasanya menampilkan jumlah kasus Covid-19, Rt.live justru menghitung seberapa cepat Covid-19 merebak di masing-masing negara bagian AS lewat angka effective infection rate (Rt).

Baca juga: Tayangan Instagram Live Kini Bisa Ditonton dari PC

Berdasarkan informasi di situs Rt.live, angka tersebut ini sejatinya merupakan rata-rata jumlah orang yang bisa terinfeksi oleh seorang penderita Covid-19 di sebuah negara bagian.  

Menurut Krieger, angka Rt ini merupakan salah satu cara yang diklaim efektif untuk melacak penyebaran Covid-19.

"Kami membuat Rt.live karena percaya bahwa Rt adalah salah satu cara terbaik untuk memahami bagaimana Covid-19 menyebar," ujar Krieger sebagaimana dikutip KompasTekno dari 9to5Mac, Senin (20/4/2020).

Ilustrasi kurva yang menampilkan angka Rt di situs Rt.live.Rt.live Ilustrasi kurva yang menampilkan angka Rt di situs Rt.live.

Nilai Rt yang terpampang di situs tersebut, untuk saat ini tampak berkisar dari angka -0,5 hingga 2,5 (kisaran angka bisa berubah) di mana semakin tinggi angkanya, maka semakin tinggi dan cepat pula tingkat penyebaran Covid-19 di negara bagian tersebut. 

"Jika Rt di atas 1,0, maka virus corona akan merebak dengan cepat, sebaliknya jika Rt di bawah 1,0, maka virus tersebut bakal berhenti menyebar," imbuh Krieger.

Untuk menghasilkan nilai Rt secara akurat, Rt.live mengandalkan data dari situs pencatat virus corona covidtracking.com. Diketahui, situs ini menghitung kasus positif Covid-19 berdasarkan tes corona yang dilakukan oleh sejumlah orang.

Baca juga: Begini Cara Kerja Sistem Pelacak Virus Corona Buatan Apple dan Google

Dari data tersebut, Systrom dan Krieger lantas mengolahnya sedemikian rupa, hingga nantinya akan muncul angka Rt di sebuah kawasan dan ditampilkan di situs Rt.live secara berkala.

Angka Rt ini kemudian bisa dipakai sebagai acuan atau pertimbangan bagi negara bagian di AS yang menerapkan lockdown, berikut efektivitas aturan pembatasan tersebut di sebuah kawasan.

Sebagai gambaran, wilayah New York yang disebut-sebut sebagai titik pusat penyebaran corona, kini memiliki angka Rt 0,54, lebih rendah dibanding sebagian besar negara bagian AS lain.

Baca juga: Aplikasi Peduli-Lindungi untuk Melacak Covid-19 Sudah Bisa Diunduh

Angka Rt di wilayah New York, AS.Rt.live Angka Rt di wilayah New York, AS.

Padahal, pertengahan Maret lalu, angka Rt di New York sempat tercatat sebagai rekor tertinggi dengan nilai 4. Setelah lockdown diberlakukan, angkanya kembali turun. Hal ini menandakan bahwa kebijakan lockdown terbilang cukup efektif untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Kendati demikian, Rt.live sejatinya hanya menampilkan tingkat penyebaran di wilayah AS saja. Systrom dan Krieger belum mengumumkan apakah mereka bakal memperluas cakupan Rt.live ke luar kawasan AS atau tidak.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber 9to5mac
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X