Presiden Jokowi Disebut Pakai Aplikasi Lokal untuk Gelar Rapat Online

Kompas.com - 21/04/2020, 18:59 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) mengikuti KTT ASEAN Plus Three secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). Dalam KTT tersebut Presiden Jokowi mendorong adanya penguatan kerja sama negara ASEAN Plus Three (APT) untuk menciptakan resiliensi terhadap tantangan pandemi Covid-19 dan pelemahan ekonomi. ANTARA FOTO/Biro Pers - Lukas/hma/hp. ANTARA FOTO/Biro Pers-LukasPresiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) mengikuti KTT ASEAN Plus Three secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). Dalam KTT tersebut Presiden Jokowi mendorong adanya penguatan kerja sama negara ASEAN Plus Three (APT) untuk menciptakan resiliensi terhadap tantangan pandemi Covid-19 dan pelemahan ekonomi. ANTARA FOTO/Biro Pers - Lukas/hma/hp.
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo kerap menggelar rapat terbatas (ratas) lewat video conference di tengah wabah Covid-19, salah satunya ratas yang digelar Senin, (21/4/2020) di Istana Bogor, kemarin.

Meski awalnya menggunakan aplikasi Zoom, pada rapat yang berlangsung Senin kemarin, Presiden Jokowi disebut menggunakan aplikasi video conference buatan Indonesia.

Aplikasi tersebut adalah CloudX besutan Telkomsel. Seperti Zoom, Telkomsel CloudX juga merupakan aplikasi komunikasi berbasis awan (cloud) yang bisa digunakan untuk melakukan video conference.

Ilustrasi Telkomsel CloudX.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi Telkomsel CloudX.
Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro, mengklaim bahwa aplikasi CloudX memiliki keamanan yang lebih baik dibandingkan aplikasi sejenis.

Baca juga: Google Larang Karyawan Pasang Aplikasi Zoom di Kantor

"Setelah beberapa kali melakukan, Pak Jokowi ingin agar menggunakan produk dalam negeri dan yang lebih aman," ujar pria yang akrab disapa Anto ini dalam video conference yang digelar Telkomsel, Selasa (21/4/2020).

Ia juga mengatakan, rapat terbatas yang dilakukan Presiden Jokowi melibatkan 48 peserta, termasuk host dari Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab). Menurut Anto, aplikasi CloudX bisa menampung sekitar 100 peserta secara bersamaan dalam satu sesi rapat.

Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro saat memaparkan kesiapan jaringan Telkomsel di momen RAFI 2020 lewat video conference CloudX, Selasa (21/4/2020). KOMPAS.com/Bill Clinten Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro saat memaparkan kesiapan jaringan Telkomsel di momen RAFI 2020 lewat video conference CloudX, Selasa (21/4/2020).
Meski demikian, tak disebutkan apakah CloudX bakal digunakan sebagai aplikasi video conference tetap yang digunakan di badan pemerintah atau tidak.

Bisa digunakan oleh umum?

Terlepas dari itu, perlu dicatat bahwa CloudX sejatinya agak berbeda dengan platform seperti Zoom, Hangouts Meet, dan sejenisnya.

Pasalnya, CloudX memang dirancang untuk pelanggan di segmen corporate (B2B), artinya pengguna umum (gratis) tidak bisa membuat sebuah ruangan virtual dengan bebas.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X