Melihat Sepinya Langit Indonesia dari Situs Flightradar

Kompas.com - 25/04/2020, 12:16 WIB
Ilustrasi ShuterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Tak seperti hari-hari biasanya, langit Indonesia pada Sabtu (25/4/2020) ini sepi dari lalu lintas pesawat terbang. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.

Pantauan KompasTekno dari situs pemantau penerbangan Flightradar24 pada pukul 11.00 WIB, hanya lima penerbangan domestik Garuda Indonesia yang tampak.

Sisanya adalah penerbangan internasional yang melintasi wilayah Indonesia, salah satunya pesawat asal dan tujuan Australia. Sepinya langit Indonesia bisa dilihat melalui tangkapan layar berikut ini:

Tangkapan layar dari situs pelacak penerbangan Flightradar24 pada Sabtu (24/4/2020) pukul 11.00 WIB.Flightradar24 Tangkapan layar dari situs pelacak penerbangan Flightradar24 pada Sabtu (24/4/2020) pukul 11.00 WIB.

Sebagai perbandingan, berikut tangkapan layar dari lalu-lintas penerbangan di wilayah udara Indonesia pada Kamis (23/4/2020) di jam yang sama.

perbandingan kondisi wilayah udara Indonesia pada Kamis (23/4/2020).Flightradar24 perbandingan kondisi wilayah udara Indonesia pada Kamis (23/4/2020).

Garuda Indonesia sendiri masih mengoperasikan sejumlah penerbangannya, karena rute-rute domestik yang ditutup adalah rute dari dan ke wilayah yang menerapkan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saja.

Hingga saat ini, terdapat delapan wilayah PSBB yang termasuk dalam layanan operasional penerbangan Garuda Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Pekanbaru, Makassar, Sumatera Barat, Banjarmasin, dan Tarakan.

Adapun rute penerbangan internasional dari dan ke Indonesia juga masih boleh beroperasi. Penerbangan komersil internasional ini tidak termasuk dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.

Baca juga: Bill Gates, Ramalan Jitu Wabah Virus, dan Vaksin Anti-corona

Sepinya penerbangan di langit Indonesia tentunya berbeda dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Menurut data Angkasa Pura II, di Bandara Soekarno-Hatta saja pada awal Maret lalu ada 81 pergerakan pesawat setiap jam (take off, landing), atau sekitar 1.200 pergerakan pesawat dalam satu hari.

Belum ditambah lagi dari bandara-bandara besar lain, seperti Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar, dan Kualanamu.

Kondisi global

Menurunnya frekuensi penerbangan bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan secara global. Flightradar24 di dalam blog resminya mengungkap jumlah penerbangan yang mereka lacak dalam 90 hari terakhir turun drastis.

Pada akhir Januari lalu, menurut Flightradar24, rata-rata pergerakan pesawat dalam sehari yang bisa dilacak hampir mencapai 200.000. Namun, pada awal April, jumahnya turun menjadi hanya sekitar 55.000.

Adapun jumlah penerbangan komersial yang dilacak Flightradar24 dalam periode yang sama turun dari sekitar 150.000 menjadi lebih kurang 25.000 penerbangan per hari, atau hampir seperenam dari normal.

Baca juga: 18 Tahun Lalu, Pesawat Garuda Menembus Badai Es dan Mendarat di Bengawan Solo

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X