Hooq Ditutup, Warganet Curhat Tak Bisa Nonton Detektif Brata Lagi

Kompas.com - 28/04/2020, 14:12 WIB
Aplikasi Hooq di Android. Oik Yusuf/KOMPAS.comAplikasi Hooq di Android.
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Layanan video streaming Hooq dikabarkan akan menutup layanannya di Indonesia terhitung tanggal 30 April 2020.

Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh Head of Hooq Indonesia, Guntur Siboro yang mengatakan bahwa Hooq memang berencana akan menutup layanannya di Indonesia.

"Rencananya begitu (ditutup 30 April)", kata Guntur ketika dihubungi KompasTekno melalui pesan instan, Selasa (28/4/2020).

Baca juga: Hooq Tutup Layanan di Indonesia 30 April, Ini Sebabnya

Menurut Guntur, alasan penutupan ini dikarenakan para pemegang saham Hooq sudah
melakukan pengajuan likuidasi di Singapura pada 27 Maret lalu.

Dari pantauan KompasTekno, penutupan Hooq disayangkan oleh sejumlah netizen Indonesia di Twitter yang mengaku sebagai penonton serial TV di layanan  video streaming tersebut. 

Ada yang curhat belum puas menonton serial produksi luar negeri sampai selesai, seperti Grey's Anatomy dan The Good Doctor.

Ada pula yang mengeluhkan tak bisa lagi nonton konten produksi lokal Indonesia seperti thriller kriminal detektif Brata yang tayang secara eksklusif di Hooq.

"Lihat Instagram Hooq, per 30 April mau tutup. Otomatis Brata season 3 gak bakal ada," keluh akun @Liverbird_nm di Twitter.

Baca juga: Chand Parwez: Pembayaran HOOQ untuk Cek Toko Sebelah Belum Lunas

Konten lokal lain yang ditayangkan di Hooq misalnya Cek Toko Sebelah the Series yang diproduksi oleh StarVision.

Layanan video streaming Hooq ditutup karena pemegang sahamnya sudah mengajukan permohonan likuidasi di Singapura pada 27 Maret lalu.

Singapore Telecommunications (Singtel) selaku pemegang saham mayoritas Hooq (76,5 persen) menilai pertumbuhan bisnis layanan itu kurang maksimal untuk menutup biaya operasional.

Baca juga: Link Download TVRI Klik untuk Live Streaming Program Belajar dari Rumah

"Penyedia konten global maupun lokal semakin banyak, biaya konten tetap tinggi," ujar perwakilan Hooq Asia.

Untuk pelanggan, Guntur Siboro mengatakan bahwa Hooq sudah tidak membebankan biaya apapun sejak akhir Maret lalu. "Sudah tidak ada aktivasi pelanggan baru juga," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X