Ini Bahaya Buka "Lockdown" Terlalu Cepat Menurut Mark Zuckerberg

Kompas.com - 03/05/2020, 19:05 WIB
CEO Facebook, Mark Zuckerberg reuters.comCEO Facebook, Mark Zuckerberg

KOMPAS.com - Persebaran wabah Covid-19 kini tengah menjadi perhatian dunia,
termasuk dari para pelaku industri teknologi. Salah satunya adalah CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Dalam laporan keuangan Facebook yang dirilis Rabu (29/4/2020), Zuckerberg memberikan peringatan bahwa jika tempat-tempat umum dibuka kembali terlalu cepat, ia yakin hal itu bisa membuat penyebaran virus corona semakin luas.

Jika penyebaran virus terus berlanjut, Zuckerberg mengatakan hal itu berpotensi membuat kondisi perekonomian semakin buruk.

Baca juga: Mark Zuckerberg Beberkan Cara Facebook Lawan Virus Corona

Zuckerberg menyadari bahwa memang ada efek sosial yang harus ditanggung dari kebijakan berdiam diri di rumah (lockdown) ini, Namun membuka kembali tempat-tempat umum terlalu cepat juga disebutnya memiliki efek buruk.

"Jika tempat-tempat itu dibuka kembali terlalu cepat sebelum wabah bisa ditekan hingga level minimum, maka penyebaran virus akan terus terjadi di waktu yang akan mendatang." tulis Zuckerberg.

Jika virus terus menyebar, maka bisa memperparah kondisi kesehatan dalam jangka waktu yang lebih panjang, dan ujungnya kondisi ekonomi juga bisa mengkhawatirkan.

"Imbasnya bagi bisnis kami sangat signifikan, dan saya khawatir kalau kondisi darurat kesehatan dan kejatuhan ekonomi ini akan berlangsung lebih lama dari yang orang-orang kira saat ini," lanjut Zuckerberg.

Bisnis Facebook sendiri di masa pandemi Covid-19, atau sepanjang triwulan pertama 2020, tidak sesuai ekspektasi, terutama bisnis iklan. Target pendapatan iklan Facebook tidak tercapai, meski jumlah pengguna mengalami kenaikan signifikan.

Dihimpun KompasTekno dari CNBC, Minggu (3/5/2020), bisnis iklan menjadi sumber pendapatan terbesar bagi Facebook selama ini.

Baca juga: Bill Gates, Ramalan Jitu Wabah Virus, dan Vaksin Anti-corona

Saat ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Gedung Putih AS telah membicarakan kemungkinan pembukaan kembali tempat-tempat umum dan pusat bisnis di negaranya.

Di sisi lain, sejumlah negara bagian seperti Georgia, Carolina Selatan, Mississippi, dan Montana juga telah melonggarkan kebijakan social distancing, dengan membuka kembali beberapa tempat umum, seperti pusat kebugaran, restoran, dan pertokoan.



Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X