Bos Google Terima "Bonus" Senilai Rp 4,2 Triliun

Kompas.com - 05/05/2020, 08:06 WIB
                               CEO Google, Sundar Pichai, Rabu (17/5/2017), saat menjadi spekaer pada keynote utama Google I/O 2017 di Shoreline Amphitheatre, AS. Google CEO Google, Sundar Pichai, Rabu (17/5/2017), saat menjadi spekaer pada keynote utama Google I/O 2017 di Shoreline Amphitheatre, AS.

KOMPAS.com - Menjelang akhir tahun lalu, Sundar Pichai resmi menjabat sebagai CEO Google sekaligus perusahaan induknya, Alphabet, menyusul mundurnya duo pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page.

Kini, dari dokumen yang diberikan Alphabet ke otoritas keuangan, diketahui bahwa pria kelahiran India tersebut mendapat " bonus" berupa paket kompensasi senilai 281 juta dollar AS atau Rp 4,2 triliiun pada 2019.

Sebagian besar kompensasi yang dia terima berasal dari paket saham. Sehingga nilai total kompensasinya juga dibayarkan tergantung pada harga saham Alphabet dalam indeks S&P 100.

Baca juga: Mengenal Sundar Pichai, Orang Nomor Satu di Google dan Alphabet

Ada kemungkinan kompensasi yang diterimanya bisa jadi akan lebih kecil dari 281 juta dollar AS, atau malah lebih besar.

Selain mendapatkan kompensasinya dari tahun lalu, kabarnya gaji tahunan Pitchai juga akan dinaikkan menjadi 2 juta dollar AS atau Rp 30,3 miliar tahun ini. Di 2019, gaji tahunannya diketahui sebesar 650.000 dollar AS atau Rp 9,8 miliar.

Kompensasi dan kenaikan gaji yang diterima Sundar Pitchai memang dinilai banyak, namun CEO yang mulai memimpin Aplhabeth sejak akhir tahun lalu ini juga mulai menghadapi situasi yang cukup sulit.

Baca juga: Mengenal Alphabet, Induk Google yang Dipimpin Sundar Pichai

Pitchai mesti mengatur strategi korporasi untuk bertahan di tengah wabah pandemi dan resesi ekonomi yang ditimbulkan. CEO berumur 47 tahun ini mulai mengurangi rencana perekrutan dan investasi Alphabeth tahun ini.

Tahun ini, seperti dihimpun KompasTekno dari Economic Times, Selasa (5/5/2020) dewan direksi Alphabet mengubah daftar perusahaan lain yang dijadikan perbandingan untuk menentukan besaran kompensasi para eksekutifnya.

Netflix, Comcast, dan Salesforce dimasukkan dalam daftar, sementara HP dan Qualcomm dihilangkan. Google juga mengacu pada Apple, Amazon, dan Facebook sebagai referensi kompensasi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X