Pengiriman Smartphone Global Mengalami Penurunan Terbesar

Kompas.com - 06/05/2020, 16:28 WIB
ilustrasi Toko Ritel Smartphone reuters.comilustrasi Toko Ritel Smartphone

KOMPAS.com - Persebaran Covid-19 yang kian meluas turut berdampak pada industri teknologi, khususnya bagi pasar smartphone di seluruh dunia.

Firma riset IDC mencatat bahwa ada penurunan jumlah pengiriman smartphone secara global pada kuartal pertama (Q1) tahun 2020 ini.

Penurunan jumlah pengiriman ini disebut mencapai angka 11,7 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. (year on year)

Adapun total jumlah pengiriman smartphone selama kuartal pertama tahun 2020 ini hanya mencapai 276 juta unit.

Angka tersebut, menurut IDC, merupakan penurunan terbesar yang pernah terjadi selama periode kuartal pertama.

Jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2019 lalu, penurunan jumlah pengiriman smartphone secara global hanya berada pada angka 6,6 persen. Pada periode tersebut ada sebanyak 312 juta unit smartphone yang dikirimkan secara global.

Baca juga: Penjualan Smartphone Global Diprediksi Turun 15 Persen akibat Covid-19 

Analis riset IDC, Nabila Popal, mengatakan bahwa hal ini merupakan dampak dari krisis ekonomi global yang berimbas pada penurunan permintaan konsumen terhadap smartphone.

"Penurunan permintaan ini berkenaan dengan kebijakan lockdown dan penutupan beberapa toko-toko ritel smartphone di seluruh dunia yang memengaruhi minat konsumen untuk membeli ponsel," kata Popal.

Samsung masih teratas

Meski begitu, berdasarkan data dari IDC mentatat bahwa Samsung masih bertahan di posisi pertama dengan pangsa pasar mencapai 21 persen dan mengirimkan 58,3 juta smartphone pada Q1 2020.

Halaman:


Sumber ZDNet
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X