Xiaomi Rilis Update Browser Usai Dituduh Merekam Aktivitas Pengguna

Kompas.com - 07/05/2020, 11:02 WIB
Logo Xiaomi terpajang di kantor pusat Xiaomi Indonesia yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta. YUDHA PRATOMO/KOMPAS.comLogo Xiaomi terpajang di kantor pusat Xiaomi Indonesia yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

KOMPAS.com - Vendor smartphone asal China, Xiaomi, merilis pembaruan teranyar untuk aplikasi browser yang terinstal di ponsel buatannya. 

Update tersebut digelontorkan setelah Xiaomi dituduh merekam aktivitas pengguna secara diam-diam lewat browser bawaannya.

Dalam sebuah publikasi di blog resminya, Xiaomi mengatakan bahwa ada sejumlah fungsi baru yang dibawa melalui pembaruan tersebut.

Melalui pembaruan ini, Xiaomi menyediakan opsi untuk mematikan pengumpulan data pada peramban Mi Browser, Mi Browser Pro, dan Browser Mint saat berada dalam mode incognito.

"Kami percaya hal ini merupakan cara kami dalam mempertahankan data yang aman dalam bentuk yang tidak dapat diidentifikasi dan sebagai komitmen perusahaan terhadap privasi pengguna kami," kata Xiaomi.

Dihimpun KompasTekno dari CNet, Kamis (7/5/2020), pembaruan tersebut digelontorkan melalui toko aplikasi Google Play Store.

Baca juga: Ponsel Xiaomi Dilaporkan Diam-diam Merekam Aktivitas Pengguna

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, pada Senin (4/5/2020) lalu, seorang peneliti keamanan bernama Gabi Cirlig menuding bahwa ponsel bikinan perusahaan asal China tersebut diam-diam merekam aktivitas penggunanya.

Cirlig mengatakan kepada Forbes bahwa ia mendeteksi hal yang tidak wajar di smartphone Redmi Note 8 miliknya.

Ketika ditelusuri, ponsel itu ternyata banyak merekam aktivitasnya dan mengirimkan datanya ke remote server milik Alibaba, yang kemungkinan disewa oleh Xiaomi.

Perekaman aktivitas antara lain dilakukan lewat peramban bawaan Xiaomi yang mengumpulkan data situs mana saja yang dikunjungi, hasil penelusuran mesin pencari dengan Google dan DuckDuckGo, serta newsfeed di laman utama browser.

Bahkan, Cirlig mengklaim bahwa browser itu masih tetap merekam aktivitas pengguna meski mode penyamaran (incognito) sedang diaktifkan.

Padahal, esensi mode tersebut adalah untuk menelusuri internet secara privat atau anonymous.

Baca juga: Kasus Kebocoran Data di Indonesia dan Nasib UU Perlindungan Data Pribadi

Peneliti keamanan lain, Andrew Tierney, membenarkan temuan Cirlig. Dia mengungkapkan bahwa peramban Mi Browser Pro dan Mint Browser buatan Xiaomi mengumpulkan data yang sama.

Di luar Redmi Note 8, Cirlig juga mengunduh firmware untuk beberapa ponsel Xiaomi lain seperti Mi 10, Redmi K20, dan Mi Mix 3 yang ternyata memiliki kode browser serupa.

Cirlig pun curiga perangkat-perangkat ini juga merekam aktivitas penggunanya.

Menanggapi hal tersebut, Xiaomi mengatakan bahwa tudingan Cirlig tidak benar dan mengklaim bahwa perusahaan telah sepenuhnya menaati hukum dan regulasi yang berlaku terkait soal privasi data pengguna.



Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.