Google Pernah Didesak Karyawannya untuk Caplok Zoom

Kompas.com - 08/05/2020, 12:08 WIB
Ilustrasi Google reuters.comIlustrasi Google
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Google dan Zoom saat ini menjadi dua pemain yang tengah bersaing di industri video conference. Google memiliki platform Meet, sementara Zoom sudah lebih dulu populer dengan Zoom Meetings.

Meski demikian, tahukah Anda bahwa Google sempat berencana untuk mencaplok Zoom beberapa tahun lalu?

Kabar tersebut berasal dari sebuah laporan The Information baru-baru ini.

Laporan tersebut mengatakan bahwa sejumlah insinyur di divisi Google Cloud, sempat mendesak perusahaan untuk mengakuisisi Zoom pada 2018 lalu.

Desakan itu muncul karena Zoom menjadi platform yang populer di kalangan karyawan Google.

Fenomena inilah yang memunculkan ide untuk mencaplok Zoom dan menjadikan bagian dari Google itu sendiri.

Sayangnya, tidak ada tindakan lebih jauh tentang rencana akuisisi tersebut. Diskusi tentang akuisisi ini hanya sampai pada pembicaraan soal biaya server yang harus dikeluarkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Telegram Siapkan Fitur Grup Video Call, Lebih Aman dari Zoom? 

Meski demikian, tidak diketahui dengan jelas alasan Google yang membuat rencana akuisisi ini tidak berlanjut.

Saat ini, platform Zoom Meetings memang kian populer di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Banyak negara yang mengimbau masyarakatnya agar tetap berada di dalam rumah. Sehingga, aktivitas bekerja dan belajar pun dilakukan secara online.

Seiring dengan popularitas yang melonjak, masalah keamanan pada Zoom juga kerap menjadi sorotan.

Bahkan, sejumlah negara dan perusahaan besar melarang penggunaan Zoom.

Google pun melarang karyawan memasang aplikasi Zoom Meetings di komputer milik kantor atas alasan keamanan.

Sekarang, Google terpaksa harus bersaing dengan Zoom demi menghadirkan aplikasi rapat virtual yang bisa merayu pengguna baru.

Baca juga: Google Meet Kini Punya Tampilan Rapat Mirip Zoom

Bahkan, belakangan Google meluncurkan fitur keamanan terbaru di aplikasi Hangouts Meet.

Hal tersebut konon dilakukan demi memperkuat sistem keamanan dan merebut sejumlah pengguna dari Zoom, apalagi di tengah maraknya isu privasi yang melanda platform tersebut.

Terkait jumlah pengguna, pada Maret lalu Google mengklaim bahwa aplikasi video conference bikinan mereka telah dipakai oleh 3 juta pengguna setiap harinya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari BusinessInsider, Jumat (8/5/2020),

Sementara Zoom sendri mengklaim bahwa mereka kini memiliki sekitar 300 juta partisipan Zoom setiap harinya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.