5 Besar Pasar Smartphone Indonesia Kuartal I-2020, Vivo Teratas

Kompas.com - 18/05/2020, 17:22 WIB
Ilustrasi smartphone Vivo Ilustrasi smartphone

KOMPAS.com - Peringkat vendor yang menguasai pasar smartphone di Indonesia kembali berubah pada kuartal pertama (Q1) 2020 ini.

Menurut laporan firma riset pasar IDC, Vivo berhasil menempati urutan pertama, menggeser posisi Oppo yang berada di puncak pada kuartal sebelumnya.

Pangsa pasar smartphone Vivo di Indonesia kini mencapai 27,4 persen. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 lalu. Kala itu, Vivo meraup pangsa pasar sebesar 15 persen.

Berdasarkan data yang dirilis IDC, pangsa pasar Vivo juga meningkat sejak kuartal empat (Q4) 2019 lalu. Menurut IDC, ini adalah pertama kalinya Vivo merajai pasar smartphone di Indonesia.

Serangkaian promosi dan marketing untuk smartphone kelas low-end dan mid-range disebut sebagai salah satu kuncinya.

Menurut Vivo, hal ini juga dapat terwujud oleh bekerja sama dengan semua pihak dengan visi yang sama. Sehingga, semua variasi produk Vivo dapat menjangkau semua konsumen sampai di timur Indonesia.

Baca juga: IDC: Vivo Peringkat Pertama Pasar Smartphone Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Senior Brand Director Vivo Indonesia, Edy Kusuma, mengatakan pada tahun 2020 ini, ada banyak adaptasi yang harus dilakukan Vivo seiring dengan perubahan kondisi pasar di Indonesia dan dunia.

"Bergerak dari pemahaman bahwa produk yang kami hasilkan harus dapat dinikmati dan bermanfaat oleh semua masyarakat, kami paham ini tentu saja bukan hal yang mudah dengan segala keterbasan yang kita semua hadapi di tahun ini," ungkap Edy dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Senin (18/5/2020).  

"Untuk dapat mewujudkannya, bekerja sama dengan semua pihak dengan visi yang sama, kami berusaha agar semua variasi produk kami dapat menjangkau semua konsumen sampai di timur Indonesia,” lanjutnya. 

Posisi kedua ditempati oleh Oppo dengan pangsa pasar pada rentang 20-25 persen.

Dalam beberapa waktu terakhir, Oppo memang mengeluarkan banyak produk di seri A di Indonesia sambil melakukan diversifikasi produk ke jajaran ponsel kelas atas.

Samsung masih bertahan di posisi ketiga seperti kuartal ketiga (Q3) 2019 dengan pangsa pasar 15-20 persen.

Baca juga: IDC: Vivo Peringkat Pertama Pasar Smartphone Indonesia

Vendor asal Korea Selatan ini memperbarui lini smartphone untuk seri A dan seri M. Namun, karena ada kendala pada rantai pasokan, pengiriman produk menjadi terhambat.

Sementara itu, Xiaomi dan Realme berbagi di rentang persentase pangsa pasar yang sama yakni 10-15 persen.

Mi Fans agaknya menjadi faktor kuat Xiaomi untuk tetap bertahan di lima besar pasar smartphone Indonesia.

Sementara Realme berhasil menggunakan strategi digital marketing untuk memperkuat brand awarness.

Sayangnya, mereka juga mengalami kendala pada rantai pasokan yang menyebabkan menurunnya pengiriman smartphone pada kuartal I-2020.

Daftar vendor penguasa pangsa pasar smartphone di Indonesia. Pada kuartal 1-2020, Vivo berhasil menempati peringkat pertama dengan menggeser Oppo.IDC Daftar vendor penguasa pangsa pasar smartphone di Indonesia. Pada kuartal 1-2020, Vivo berhasil menempati peringkat pertama dengan menggeser Oppo.

Pasar smartphone melambat

Secara keseluruhan, pasar smartphone di Indonesia mengalami penurunan.

Pada Q1 2020, terdapat total 7,5 juta unit smartphone yang dikirimkan. Angka ini menurun 7,3 persen secara year-over-year (YoY) dan 24,1 persen secara quarter-over-quarter (QoQ).

Penurunan ini menjadi yang terbesar dalam dua tahun terakhir. Ada beberapa faktor yang membuat penurunan pengiriman smartphone di Indonesia.

"Saat Ramadhan datang dan penyebaran pandemi Covid-19 masih belum bisa teratasi di dalam negeri, pasar smartphone Indonesia akan terus mengalami turbulensi yang diakibatkan oleh faktor ekonomi hingga Q3 2020," kata Analis Market IDC, Risky Febrian dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Senin (18/5/2020).

Selain itu, regulasi IMEI juga secara tidak langsung memengaruhi kondisi pasar smartphone di Indonesia.

Baca juga: Mulai 18 April, Beli Ponsel dari Luar Negeri Wajib Daftar IMEI dan Bayar Pajak

Regulasi ini berdampak positif khususnya bagi industri lokal dalam jangka waktu yang cukup lama.

IDC pun menambahkan bahwa beberapa merek mampu mempertahankan bisnis mereka, karena fasilitas produksi lokal dan pasokan komponen dalam jumlah yang aman selama dua bulan pertama.

IDC mengatakan, gangguan pasokan komponen dialami pada bulan Maret, dan di saat yang sama muncul tanda-tanda pelambatan pasar.

Pelambatan tersebut terjadi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan sosial terkait pandemi Covid-19, sehingga berdampak pada penutupan gerai dan ritel.

Baca juga: IDC: Pasokan Smartphone di Indonesia Bakal Turun dan Harga Naik



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.