Grab Ungkap Kebiasaan Makan Masyarakat Indonesia Selama Ramadhan

Kompas.com - 23/05/2020, 03:28 WIB

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan di tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya, Indonesia yang turut terdampak pandemi Covid-19 membuat pemerintah harus menerapkan kebijakan social distancing, guna mengurangi rantai penyebaran virus.

Alhasil masyarakat harus menahan diri untuk keluar rumah. 

Kondisi ini membuat layanan pesan antar makanan pun kini menjadi tren selama masa pandemi Covid-19, salah satunya GrabFood.

Tak sedikit orang yang mengandalkan aplikasi GrabFood untuk membeli makanan di restoran yang mereka suka.

Selama Ramadhan di tengah pandemi Covid-19, GrabFood menemukan sejumlah fakta terkait kebiasaan masyarakat Indonesia selama Ramadhan tahun ini. 

Berikut adalah beberapa temuan menarik dari GrabFood selama Ramadhan 2020 ini. 

Ayam Goreng jadi menu terlaris 

Dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Jumat (22/5/2020), pihak Grab menyebut bahwa menu olahan Ayam menjadi primadona sebagian besar masyarakat selama bulan Ramadhan.

Baca juga: Grab Rilis Fitur Assistant, Bisa untuk Belanja di Toko Kelontong

 

Berdasarkan data, tercatat bahwa lebih dari 4,2 juta menu olahan Ayam Goreng terjual pada bulan Ramadhan ini.

Jika tahun 2019 lalu ayam penyet menjadi favorit, tahun 2020 ini aneka olahan ayam goreng seperti Egg Chicken Roll dan Ayam Goreng Crispy menjadi incaran banyak orang.

Udang Rambutan jadi menu favorit buka puasa

Tahun lalu, pisang goreng banyak dipilih masyarakat untuk buka puasa. Tahun ini giliran udang rambutan yang menjadi pilihan menu favorit.

Sedangkan untuk melepas dahaga, pelanggan banyak yang memesan minuman susu segar selama bulan Ramadhan ini. Sementara es krim menjadi menu favorit masyarakat di kota Bandung dan Surabaya.

Bagi masyarakat Medan, Milk Tea dan Bubble menjadi minuman yang paling laris. Sementara Es Pisang Ijo tetap menjadi menu favorit bagi masyarakat Makassar.

Fitur Pengantaran Terjadwal bantu masyarakat berbuka puasa

Fitur ini bisa digunakan pelanggan untuk memesan menu buka puasa 2 jam sebelum waktu pengantaran.

Data Grab menunjukkan bahwa 70 persen masyarakat memanfaatkan fitur ini untuk memesan menu buka puasa yang dilakukan mulai pukul 12.00 siang sampai 15.00 sore untuk diantarkan pada pukul 16.30-18.00 sore.

Sedangkan untuk sahur, tercatat bahwa 5 persen pengguna memanfaatkan fitur ini untuk memesan makanan yang akan diantar pada pukul 02.00 - 03.30 dini hari.

Baca juga: Manajemen Grab Sisihkan Gaji untuk Bantu Pengemudi

Warga Bali pesan banyak makanan 

Data yang diperoleh GrabFood menyebut bahwa pelanggan yang berdomisili di Bali kerap memesan banyak pesanan dalam satu kali order. 

Jika dibuat perbandingan, satu orang warga Bali bisa memesan 27 porsi aneka makanan dengan total harga mencapai Rp 2 juta. 

 

Makanan tersebut di antaranya Spaghetti Carbonara, Steak Sapi, Nasi Goreng, Grilled Chicken, dan masih banyak lagi.

Menu bento dan oriental jadi favorit di GrabKitchen

Menu Bento dan Oriental, serta menu sehat seperti salad dan wrap menjadi menu favorit masyarakat yang memesan makanan lewat layanan GrabKitchen.

Mereka juga memesan Es Kopi dan aneka kreasi Teh seperti Cheese Tea dan Bubble Tea yang saat ini tengah disukai banyak orang.

Baca juga: Grab Siapkan Layanan Taksi Terbang di Asia Tenggara

Biasanya, masyarakat melakukan pemesanan lewat GrabKitchen pada pukul 16.00 sore hingga 20.00 malam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.