Jumlah Pengiriman PC Global Diprediksi Turun gara-gara Covid-19

Kompas.com - 29/05/2020, 15:29 WIB
Ilustrasi komputer jinjing atau laptop ShutterstockIlustrasi komputer jinjing atau laptop
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 diprediksi akan melemahkan sejumlah sektor bisnis, termasuk industri perangkat elektronik, khususnya komputer.

Baru-baru ini, firma riset pasar Gartner merilis sebuah laporan terbaru. Laporan tersebut memprediksi jumlah pengiriman (shipment) perangkat PC, laptop, tablet, serta smartphone secara global untuk tahun 2020.

Berdasarkan riset, Gartner memprediksi bahwa tahun ini kondisi pasar akan mengalami penurunan. Jumlah pengapalan semua perangkat tersebut diprediksi akan turun akibat pandemi Covid-19.

Secara kumulatif, jumlah pengiriman perangkat komputer, laptop, tablet, dan smartphone diprediksi akan merosot sekitar 13,6 persen, dari angka 2,16 miliar unit (2019) ke 1,87 miliar unit.

Baca juga: IDC Ungkap Penurunan Pasar Smartphone Indonesia dan Potensi Pemulihannya

Lebih rinci, Gartner memprediksi jumlah pengiriman PC (desktop, laptop, notebook, dan ultrabook) sendiri diprediksi menurun 10,5 persen ke angka 235,1 juta unit.

Pada tahun sebelumnya, pengiriman PC keseluruhan tercatat berada pada angka 262,7 juta unit.

Tabel pengiriman perangkat berbasis komputer.Gartner Tabel pengiriman perangkat berbasis komputer.
Menurut perwakilan Gartner, Ranjit Atwal, penurunan jumlah pengiriman PC global ini disebabkan oleh adanya pergeseran tren konsumen di tengah pandemi Covid-19.

"Pembatasan (lockdown) di tengah Covid-19 memaksa sejumlah perusahaan dan sekolah untuk membeli notebook dan perangkat serupa lainnya agar bisa tetap beraktivitas dari rumah," ujar Ranjit, seperti dikutip KompasTekno dari Gartner.com, Jumat (29/5/2020).

Gartner sendiri sebelumnya sempat memprediksi bahwa tren bekerja dari rumah (WFH) atau bekerja paruh waktu bakal kian dilirik di tengah pandemi Covid-19.

Dengan kondisi seperti itu, Gartner kemudian menaksir bahwa komputer portabel atau notebook perlahan bakal menggantikan fungsi komputer desktop pada 2021 dan 2022 mendatang.

Baca juga: Disurvei 2 Lembaga Riset, Pasar PC Memang Turun

"Pemerintah dan lembaga pendidikan juga memfokuskan anggarannya ke sejumlah perangkat portabel tersebut untuk memfasilitasi e-learning," tambahnya.

"Tren (WFH) ini, digabungkan dengan model bisnis yang fleksibel, bakal membuat notebook (laptop) menggeser fungsi desktop PC sepanjang tahun 2021 dan 2022," jelas Ranjit.

Selain memprediksi pengiriman PC, Gartner juga memprediksi pengiriman smartphone di 2020.

Sama seperti PC, pengiriman smartphone juga diyakini bakal ikut merosot pada tahun ini, dari angka 1,75 miliar unit (2019) ke 1,49 miliar unit (2020).



Sumber Gartner
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

Gadget
Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Gadget
Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Gadget
Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Gadget
Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Software
Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Gadget
'Star Wars Battlefront II' Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

"Star Wars Battlefront II" Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

Software
Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

e-Business
Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Internet
Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Gadget
Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Software
Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Gadget
Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Software
Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Gadget
Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads X