Ramai di Instagram, Apa Itu Foto Hitam Blackout Tuesday?

Kompas.com - 03/06/2020, 08:38 WIB
Blackout Tuesday, gerakan musisi untuk menyuarakan hak-hak kesetaraan ras. VarietyBlackout Tuesday, gerakan musisi untuk menyuarakan hak-hak kesetaraan ras.

KOMPAS.com - Instagram tengah diramaikan dengan foto-foto hitam dengan tagar baru  #blackouttuesday. Sejumlah selebgram baik di dalam maupun luar negeri pun tak luput dari tren ini.

Tagar Blackout Tuesday hadir sebagai tanggapan atas kasus rasisme yang menimpa George Floyd, pria berkulit hitam di Minneasota, AS, yang tewas setelah dibekuk oleh Derek Chauvin, polisi berkulit putih.

Postingan dengan tagar #blackouttuesday umumnya berisi foto berwarna hitam polos tanpa disertai caption. Beberapa dari warganet bahkan menyematkan caption berisi pesan moral untuk mendukung masyarakat berkulit hitam.

Pantauan KompasTekno, hingga berita ini ditayangkan, terdapat lebih dari 27 juta posting dengan tagar #blackouttuesday yang tersebar di Instagram, dalam waktu satu hari. Dari mana tagar ini berasal?

Baca juga: 8 Menit 46 Detik, Cara Spotify Kenang Kematian George Floyd

Tagar #blackouttuesday sendiri pertama kali dicetuskan pada pekan lalu oleh eksekutif musik Jamila Thomas dan Brianna Agyemang.

Keduanya menyerukan agar seluruh kegiatan pada industri musik dihentikan sementara pada Selasa (2/6/2020), untuk menentang aksi ketidaksetaraan ras.

"Kami tidak akan menjalankan bisnis tanpa menghormati kehidupan warga berkulit hitam," tutur kedua eksekutif label musik Atlantic Records tersebut.

Merespons tanggapan tersebut, berbagai perusahaan seperti Apple Music, Spotify dan YouTube Music lantas bergabung dengan gerakan ini dan memanfaatkan platform mereka, untuk mempromosikan artis berkulit hitam.

Aksi tersebut kemudian diikuti oleh ViacomCBS, perusahaan induk yang menaungi MTV, Comedy Central, Nickelodeon, Paramount Pictures, Pop, VH1, dan TV Land.

Meski ramai di Instagram, namun tak sedikit dari warganet yang turut mencantumkan tagar #blacklivesmatter dan #BLM pada posting mereka, sehingga menghalangi pesan penting yang tersurat pada tagar #blackouttuesday.

Beberapa warganet pun kemudian mengimbau kepada pengguna media sosial, untuk menghapus tagar #blacklivesmatter dan #BLM pada unggahan mereka. Agar pesan #BlackoutTuesday lebih terdengar.

Baca juga: Dukungan Google, Twitter, Instagram dkk atas Aksi Protes Kematian George Floyd

"Berhenti memposting gambar hitam dengan tagar #blacklivesmatter di Instagram. Ini dapat menghalangi informasi penting yang tersebar di internet," tulis Anhony James Williams melalui akun Twitter pribadinya.

Seperti dihimpun KompasTekno dari The Verge, Rabu (3/6/2020), gerakan Black Lives Matter sendiri sudah muncul sejak 2013 lalu.

Gerakan itu sebagai tanggapan atas pembebasan George Zimmerman, pria berkulit putih yang sebelumnya telah membunuh Trayvon Martin, seorang remaja berkulit hitam berusia 17 tahun.



Sumber The Verge
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X