Google Maps Rilis Fitur untuk Permudah Navigasi Saat "New Normal"

Kompas.com - 10/06/2020, 14:01 WIB
ilustrasi Google Maps cnet.comilustrasi Google Maps
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Menjelang " new normal" yang marak didengungkan, negara-negara di berbagai belahan dunia mulai kembali membuka diri di tengah pandemi Covid-19.

Google pun berinisiatif menambahkan beberapa fitur baru pada aplikasi Google Maps untuk mengingatkan serta membantu pengguna yang perlu ke luar rumah, dalam merencanakan rute perjalanan mereka dengan baik dan aman selagi kembali beraktivitas.

Baca juga: Google Maps Tandai Restoran yang Layani Pesan Antar Makanan

Fitur tersebut dapat diperoleh setelah para pengguna melakukan pembaruan pada aplikasi Google Maps,baik melalui Google Play Store maupun App Store.

Google Maps akan memberitahu pengguna mengenai tingkat kepadatan angkutan umum seperti kereta dan bus secara real time melalui informasi yang dimunculkan pada aplikasi.

Selain itu, Google Maps juga akan menginformasikan jadwal perjalanan kereta atau bus, apabila secara tiba-tiba mengalami hambatan.

Screenshot Google MapsGoogle Screenshot Google Maps

Dalam mengumpulkan data dan informasi tersebut, Google memanfaatkan metode "crowdsourced" dengan cara menampilkan informasi yang bersumber dari para pengguna yang sedang berada di area stasiun kereta api atau halte bus.

Google mengatakan bahwa informasi semacam ini sangat berguna bagi para penumpang yang ingin pergi bekerja sehingga mereka dapat mengetahui terlebih dahulu tingkat keramaian angkutan umum.


"Pengguna cukup memilih opsi stasiun pada peta (Google Maps) untuk mengetahui informasi tingkat kepadatan angkutan umum dan jadwal keberangkatan yang tersedia," kata Ramesh Nagarajan, Director of Google Maps Product, dalam sebuah posting blog.

Screenshot Google MapsGoogle Screenshot Google Maps

Untuk mode pengemudi, nantinya pengguna akan memperoleh informasi terkait beberapa titik pos pemeriksaan (checkpoint) dan pembatasan perjalanan terkait Covid-19 di sepanjang rute pengguna.

Informasi ini akan muncul apabila pengemudi melintasi area perbatasan nasional di negara-negara tertentu seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Phone Arena, Selasa (9/6/2020).

Screenshot Google MapsGoogle Screenshot Google Maps

Apabila pengguna ingin pergi ke layanan fasilitas medis atau pusat pengujian tes Covid-19, Google Maps akan menyarankan untuk melakukan riset dan membaca prosedur terlebih dahulu guna memastikan mereka tidak malah ditolak ketika sampai di sana.

Baca juga: Google Maps Tertipu oleh 99 Ponsel di Gerobak

Fitur Google Maps di atas saat ini baru tersedia bagi pengguna Google Maps di Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Kolombia, Prancis, India, Meksiko, Belanda, Spanyol, Thailand, Inggris, dan AS. Google berencana akan memperluas cakupannya secara global dalam waktu dekat.




Sumber phonearena
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X