Kompas.com - 10/06/2020, 18:08 WIB
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Seiring dengan banyaknya orang yang berdiam di rumah karena pandemi Covid-19, jumlah aplikasi berbahaya yang mengincar para pengguna Android ternyata mengalami kenaikan pula.

Firma sekuriti Upstream mencatat bahwa pihaknya mendeteksi lebih dari 29.000 aplikasi Android berbahaya beredar pada kuartal pertama 2020. Angka itu naik drastis dari kisaran 14.500 aplikasi berbahaya yang tercatat paa periode yang sama tahun lalu.

Lebih-lebih lagi, menurut Upstream, sembilan dari sepuluh aplikasi berbahaya di urutan teratas sempat mampir di toko aplikasi Android Play Store. Artinya, mereka bisa menembus sistem sekuriti Play Store yang semestinya bisa menyaring program berbahaya.

Baca juga: Ancaman Malware di Perangkat Mac Kini Lampaui Windows

Upstream menyebutkan bahwa sebagian besar aplikasi jahat yang ditemukan termasuk kategori hiburan, termasuk game, interaksi sosial, serta konsumsi konten seperti video player dan majalah/ koran.

Sebabnya tak lain karena pengguna banyak mencari aplikasi dari kategori tersebut semenjak harus tetap di rumah, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Phone Arena, Rabu (10/6/2020).

Jumlah aplikasi berbahaya, perangkat terinfeksi, dan transaksi mencurigakan yang diblokir oleh layanan Secure-D dari firma sekuriti Upstream pada kuartal pertama 2020.Upstream Jumlah aplikasi berbahaya, perangkat terinfeksi, dan transaksi mencurigakan yang diblokir oleh layanan Secure-D dari firma sekuriti Upstream pada kuartal pertama 2020.

"Dengan mayoritas penduduk dunia bergeser ke indoor, aktor-aktor jahat pun bergerak untuk meraup untung dari situasi lockdown," ujar Kepala Secure-D Upstream, Geoffrey Cleaves, dalam laporan di laman Upstream.

Aplikasi-aplikasi berbahaya bertujuan menghasilkan uang bagi pembuatnya dengan menipu atau mencuri dari korban. Caranya bermacam-macam. Ada yang diam-diam mengirim layanan SMS premium atau berlangganan konten berbayar. Ada juga yang menayangkan video iklan.

Dari semua aplikasi berbahaya, Snaptube yang termasuk kategori pengunduh video duduk di urutan teratas dengan catatan 40 juta download. Meski sudah dilaporkan sejak Oktober 2019, aplikasi ini masih beredar di toko-toko aplikasi pihak ketiga hingga sekarang.

Begitu terpasang di ponsel korban, Snaptube akan mulai berlangganan layanan premium tanpa seizin pengguna, lalu menampilkan iklan dan meng-klik sendiri iklan-iklan tersebut.

Baca juga: Lagi-lagi, Aplikasi Berbahaya Ditemukan Beredar di Google Play Store

Android memang kerap menjadi incaran antara lain karena mendukung sideloading dan banyak sumber tak resmi yang bisa menjadi jalan masuk aplikasi berbahaya.

Data Upstream untuk program berbahaya di kuartal pertama 2020 dikumpulkan dari 31 operator seluler di 20 negara. Upstream sendiri merupakan penyedia jasa sekuriti untuk memblokir transaksi yang mencurigakan.

Upstream turut merekam jumlah perangkat yang terinfeksi program berbahaya sepanjang tiga bulan pertama di 2020, yakni hampir 1,2 juta buah. Angka ini naik sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sosialisasi Mulai Hari Ini, Begini Cara Beli Minyak Goreng Rp 14.000 via Aplikasi PeduliLindungi

Sosialisasi Mulai Hari Ini, Begini Cara Beli Minyak Goreng Rp 14.000 via Aplikasi PeduliLindungi

e-Business
Foto Halaman Depan Koran 'Kompas' Jadi Produk NFT, Dijual di OpenSea

Foto Halaman Depan Koran "Kompas" Jadi Produk NFT, Dijual di OpenSea

Internet
Grab dan Gojek Tanggapi Keluhan Harga GoFood dan GrabFood yang Dinilai Makin Mahal

Grab dan Gojek Tanggapi Keluhan Harga GoFood dan GrabFood yang Dinilai Makin Mahal

e-Business
Terancam Diblokir karena Belum Daftar PSE, Twitter dan Meta Bungkam, Google Akan Menyesuaikan

Terancam Diblokir karena Belum Daftar PSE, Twitter dan Meta Bungkam, Google Akan Menyesuaikan

Internet
Selain Google, Twitter, dkk, Ini 6 Kategori Platform Digital yang Wajib Daftar ke Kominfo

Selain Google, Twitter, dkk, Ini 6 Kategori Platform Digital yang Wajib Daftar ke Kominfo

Internet
Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 2 Jalur Prestasi Nilai Akademik SMA

Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 2 Jalur Prestasi Nilai Akademik SMA

e-Business
Pengamat: Bukan Makin Mahal, Harga GoFood-GrabFood Makin 'Normal'

Pengamat: Bukan Makin Mahal, Harga GoFood-GrabFood Makin "Normal"

e-Business
Harga iPhone di Jepang Saat Ini Termurah Sedunia

Harga iPhone di Jepang Saat Ini Termurah Sedunia

Gadget
Pemain Curang di Game Call of Duty Bakal Kehilangan Semua Senjata

Pemain Curang di Game Call of Duty Bakal Kehilangan Semua Senjata

Software
Ini Sebab Harga Makanan di 'Ojol Food' Lebih Mahal di Aplikasi Dibanding Resto

Ini Sebab Harga Makanan di "Ojol Food" Lebih Mahal di Aplikasi Dibanding Resto

e-Business
Khaby Lame Pengguna TikTok dengan Follower Terbanyak di Dunia

Khaby Lame Pengguna TikTok dengan Follower Terbanyak di Dunia

Software
Cara Beli Tiket KRL via Gojek, Tak Perlu Lagi Pakai Kartu

Cara Beli Tiket KRL via Gojek, Tak Perlu Lagi Pakai Kartu

Software
Line OpenChat Akan Ditutup di Indonesia Mulai 20 Juli

Line OpenChat Akan Ditutup di Indonesia Mulai 20 Juli

Software
Saat  Pengguna GoFood dan GrabFood Keluhkan Tingginya Selisih Harga di Aplikasi dengan Resto...

Saat Pengguna GoFood dan GrabFood Keluhkan Tingginya Selisih Harga di Aplikasi dengan Resto...

e-Business
Cara Cek BI Checking via SLIK OJK secara Online buat Mengajukan KPR

Cara Cek BI Checking via SLIK OJK secara Online buat Mengajukan KPR

e-Business
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.