Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buntut Kasus George Floyd, IBM Setop Teknologi Pengenal Wajah

Kompas.com - 11/06/2020, 08:42 WIB
Putri Zakia Salsabila ,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perusahaan teknologi International Business Machines (IBM) mengumumkan tidak akan lagi menawarkan teknologi pengenalan wajah atau software penganalisis wajah untuk pemakaian umum.

IBM membuat pengumuman tersebut di tengah protes massa global atas kematian George Floyd di Minneapolis dan perdebatan tentang bias dalam penggunaan teknologi biometrik.

George Floyd, pria kulit hitam, meninggal dunia setelah oknum kepolisian berkulit putih melakukan prosedur yang dianggap salah dan berlebihan. Peristiwa ini memicu protes dan kerusuhan di berbagai wilayah di AS.

Menurut CEO IBM, Arvind Krishna, teknologi pengenalan wajah seperti itu dapat digunakan untuk menarget kaum minoritas, atau melanggar hak asasi manusia (HAM).

Baca juga: Sony Kembangkan Teknologi Laser Pengenal Wajah untuk Ponsel

"Kami percaya sekarang adalah saatnya untuk memulai dialog nasional tentang bagaimana teknologi pengenalan wajah seharusnya digunakan oleh lembaga penegak hukum domestik," tulis IBM dikutip Kompastekno dari Sputniknews Rabu (10/6/2020).

Diketahui, sejumlah kepolisian di AS telah memasang kamera di baju aparat (bodycam), sebagian di antaranya memiliki teknologi pengenal wajah yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).

Program AI harus diuji apakah ada bias atau tidak (menarget kaum tertentu), terutama saat dipakai untuk penegakan hukum, pengujian itu juga harus diaudit dan dilaporkan," kata Krishna.

Krishna juga mengatakan bahwa IBM mulai sekarang tidak akan lagi mengembangkan atau melakukan penelitian teknologi pengenal wajah, keputusan ini diumumkan Krishna dalam sebuah e-mail kepada sejumlah anggota Kongres di Amerika Serikat.

Baca juga: Cara Mematikan Pengenal Wajah di Facebook untuk Menjaga Privasi

Kepada Kongres AS, IBM menyatakan menentang penggunaan teknologi ini, termasuk untuk pengawasan massa, profil rasial, pelanggaran HAM dan kebebasan dasar, atau tujuan apa pun, yang tidak konsisten dengan nilai-nilai dan prinsip kepercayaan serta transparansi IBM.

Penggunaan kumpulan data profil rasial tersebut juga seharusnya hanya dapat diakses oleh para peneliti yang telah diverifikasi. IBM pun mengatakan bahwa individu seharusnya memiliki hak untuk dihapus dari kumpulan data tersebut.

Perusahaan raksasa komputer itu juga merekomendasikan kepolisian AS untuk lebih bertanggung jawab saat menggunakan teknologi ini, demi meningkatkan transparansi dan membantu polisi melindungi masyarakat tanpa diskriminasi atau ketidakadilan rasial.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Xiaomi Indonesia Pastikan Redmi Note 13 Series Kebagian HyperOS, Kapan?

Xiaomi Indonesia Pastikan Redmi Note 13 Series Kebagian HyperOS, Kapan?

Gadget
Mengunjungi 'Booth' Xiaomi di MWC Barcelona 2024, Ada Mobil SU7 Max dan Cyberdog Salto

Mengunjungi "Booth" Xiaomi di MWC Barcelona 2024, Ada Mobil SU7 Max dan Cyberdog Salto

Gadget
Saat Elon Musk Marah-marah ke Microsoft Setelah Beli Laptop Windows Baru...

Saat Elon Musk Marah-marah ke Microsoft Setelah Beli Laptop Windows Baru...

Gadget
2 Cara Pindahkan Kontak Telepon dari Google ke Ponsel Baru

2 Cara Pindahkan Kontak Telepon dari Google ke Ponsel Baru

Gadget
MediaTek Pamer 'Ambient Computing' Berbasis AI untuk Efisiensi Kinerja Perangkat

MediaTek Pamer "Ambient Computing" Berbasis AI untuk Efisiensi Kinerja Perangkat

Internet
Menjajal Oppo Reno 11F 5G, Body 'Compact' dan Bezel Tipis

Menjajal Oppo Reno 11F 5G, Body "Compact" dan Bezel Tipis

Gadget
3 Cara Menghilangkan Iklan di iPhone biar Tidak Mengganggu

3 Cara Menghilangkan Iklan di iPhone biar Tidak Mengganggu

Gadget
Tecno Umumkan Trio Camon 30 Series, HP Android Kamera Selfie 50 MP

Tecno Umumkan Trio Camon 30 Series, HP Android Kamera Selfie 50 MP

Gadget
Xiaomi Redmi Note 13 Pro Plus 5G Rilis di Indonesia, Harga Rp 6 Juta

Xiaomi Redmi Note 13 Pro Plus 5G Rilis di Indonesia, Harga Rp 6 Juta

Gadget
ZTE Pamer Nubia Music, Ponsel Musik dengan Speaker Besar dan Dua Jack Audio

ZTE Pamer Nubia Music, Ponsel Musik dengan Speaker Besar dan Dua Jack Audio

Gadget
Infinix Pamer Desain Punggung HP dengan Bintik Warna yang Bisa Diubah

Infinix Pamer Desain Punggung HP dengan Bintik Warna yang Bisa Diubah

Gadget
Harga Bitcoin 'To the Moon' Tembus Rp 903 Juta, Ini Penyebabnya

Harga Bitcoin "To the Moon" Tembus Rp 903 Juta, Ini Penyebabnya

e-Business
Ramai soal Gmail Bakal Ditutup Tahun Ini, Ini Faktanya

Ramai soal Gmail Bakal Ditutup Tahun Ini, Ini Faktanya

Internet
Smartphone Tecno Spark 20 Pro dan Spark 20 Pro Plus Resmi di Indonesia, Harga mulai Rp 2 Jutaan

Smartphone Tecno Spark 20 Pro dan Spark 20 Pro Plus Resmi di Indonesia, Harga mulai Rp 2 Jutaan

Gadget
Qualcomm Umumkan Platform 5G Fixed Wireless Access Ultra Gen 3, Lebih Hemat Daya dan Ramah Lingkungan

Qualcomm Umumkan Platform 5G Fixed Wireless Access Ultra Gen 3, Lebih Hemat Daya dan Ramah Lingkungan

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com