Sebanyak 300.000 Akun Nintendo Dibobol Hacker

Kompas.com - 11/06/2020, 18:05 WIB
Seseorang bermain Nintendo Switch Epic GamesSeseorang bermain Nintendo Switch

KOMPAS.com - April lalu, Nintendo menerangkan bahwa 160.000 akun di layanan Nintendo Accounts telah dibobol  hacker. Belakangan, perusahaan Jepang itu mengumumkan bahwa jumlah akun yang diretas ternyata mencapai kisaran 300.000.

Jumlah tersebut hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan yang diumumkan sebelumnya pada April, sebear 160.000 akun.

Nintendo mengatakan bahwa peretas diduga dapat lebih mudah menyusup jika pengguna memasang password yang sama pada NNID dan akun Nintendo Accounts.

Nintendo Network ID ( NNID) sendiri merupakan sistem akun Nintendo yang digunakan untuk konsol Wii U dan 3DS.

Baca juga: 160.000 Akun Nintendo Dibobol dan Dipakai untuk Belanja

Setelah Switch diluncurkan, penggunaan NNID kemudian digantikan dengan Nintendo Accounts. Kendati demikian, pengguna masih dapat menggunakan NNID untuk menautkan akun pada Nintendo Accounts.

NNID juga menyediakan layanan yang memungkinkan pengguna untuk terhubung ke berbagai layanan online, termasuk membeli produk di eShop dan My Nintendo Store.

Jadi, dengan menggunakan NNID, peretas dapat melakukan transaksi pada eShop menggunakan dana dari kartu kredit dan akun PayPal yang terhubung pada akun.

Informasi pribadi bisa diakses

Nintendo mengkonfirmasi bahwa data kartu kredit pengguna tidak dapat diakses dalam peretasan ini.

Meski demikian, seperti dirangkum KompasTekno dari IGN Southeast Asia, Kamis (11/6/2020), peretas masih bisa mengakses informasi pribadi seperti nickname, tanggal lahir, asal negara, serta alamat e-mail pemilik akun.

Saat ini Nintendo juga telah menutup opsi login ke Nintendo Accounts menggunakan NNID, sehingga pengguna bisa beralih menggunakan opsi login via e-mail.

Baca juga: Awas, Akun Nintendo Dilaporkan Banyak Dibobol Hacker

Pabrikan konsol game tersebut juga telah mengirimkan e-mail untuk reset password ke 300.000 pemilik akun yang terdampak peretasan. 

Pihak Nintendo pun menyarankan kepada para penggunanya untuk memeriksa riwayat pembelian pada setiap transaksi mencurigakan pada eShop ataupun My Nintendo Store untuk kemudian dilanjutkan dengan proses pengajuan pengembalian uang.

Untuk alasan keamanan di masa mendatang, Nintendo pun menyarankan pengguna layanannya mengaktifkan verifikasi dua langkah (two-step verification) dengan cara yang dijelaskan dalam situs di tautan berikut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X