KKI Desak Tokopedia dan Kominfo Ungkap Hasil Investigasi Kebocoran Data Pengguna

Kompas.com - 12/06/2020, 08:58 WIB
Logo Tokopedia TokopediaLogo Tokopedia

KOMPAS.com - Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) meminta Tokopedia serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk membeberkan hasil investigasi terkait kebocoran data pengguna Tokopedia.

Menurut Ketua KKI David Tobing, hingga saat ini, Kemenkominfo ataupun Tokopedia belum menjabarkan secara detail mengenai hasil penyelidikan kasus kebocoran data tersebut.

"Sampai hari ini, belum ada hasil penyelidikan dari Kominfo, BSSN, dan Tokopedia. Padahal, seharusnya satu atau dua minggu sudah selesai, sedangkan ini sudah satu bulan," ujar David saat dihubungi KompasTekno, Kamis (11/6/2020).

Lebih lanjut, David mengatakan bahwa semakin lama diungkap hasil penyelidikannya, maka semakin tinggi pula potensi kerugian yang akan diterima oleh pelanggan yang terdampak.

Baca juga: Data 91 Juta Pengguna Tokopedia dan 7 Juta Merchant Dilaporkan Dijual di Dark Web

"Jadi kami mempertanyakan penyelidikan yang sudah satu bulan belum selesai, karena semakin lama, hal ini bisa makin memperbesar potensi kerugian bagi pemilik data yang bocor," jelasnya.

Menurut David, hasil penyelidikan seharusnya bisa diungkap secara cepat, apalagi mengingat bahwa Kemenkominfo telah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mengevaluasi kasus kebocoran data ini.

"Jadi apa hasil penyelidikannya? Kenapa belum keluar hingga saat ini? Seharusnya kan itu bisa cepat penyelidikannya," pungkas David.

Sebelumnya, KKI) telah menggugat situs e-commerce Tokopedia beserta Menkominfo terkait kebocoran jutaan data pelanggan beberapa waktu lalu.

Sidang perdana kasus kebocoran data Tokopedia pun sudah digelar pada Rabu (10/6/2020) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

KKI melalui kuasa hukumnya, Richan Simanjuntak dan Winner Pasaribu, mengajukan gugatan terkait kesalahan Tokopedia sebagai platform e-commerce yang menyebabkan kebocoran jutaan data pribadi penggunanya.

Baca juga: Data Tokopedia, Gojek, dan Bukalapak Bocor di Tengah Absennya RUU PDP

Salah satu tuntutan dari KKI adalah meminta pihak Tokopedia membayar denda administratif sebesar Rp 100 miliar yang disetorkan ke kas negara.

KompasTekno pun telah meminta tanggapan dari pihak Tokopedia dan Kemenkominfo terkait hal ini. Namun, sampai berita ini ditayangkan, baik Tokopedia maupun Kemenkominfo belum memberikan keterangan.

Pada pertengahan Mei lalu, Ketua KKI David Tobing juga sempat mengatakan bahwa Tokopedia selama ini tidak jujur dalam menginformasikan kasus kebocoran data pengguna yang terjadi.

Menanggapi hal itu, Kemenkominfo memastikan telah bekerja sama dengan BSSN untuk menyelidiki kasus kebocoran data pengguna di Tokopedia.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X