Microsoft Larang Polisi AS Pakai Teknologi Pengenal Wajah Buatannya

Kompas.com - 12/06/2020, 17:01 WIB
Ilustrasi teknologi pengenal wajah (Face Recognition) women-in-technology.comIlustrasi teknologi pengenal wajah (Face Recognition)

KOMPAS.com - Microsoft memutuskan mengikuti langkah Amazon dan IBM membatasi penggunaan teknologi pengenal wajah (facial recognition) oleh kepolisian Amerika Serikat

Perusahaan raksasa software berbasis di Seattle itu tidak akan lagi menjual teknologi pengenal wajah yang dikembangkannya kepada kepolisian ASm sampai ada regulasi yang mengatur penggunaan teknologi tersebut.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Presiden Microsoft, Brad Smith dalam siaran langsung Washington Post, Kamis (11/6/2020) lalu.

"Kami tidak akan menjual teknologi pengenal wajah ke departemen kepolisian AS sampai ada undang-undang nasional yang berlandaskan hak asasi manusia yang akan mengawal teknologi ini," jelas Smith.

Baca juga: Buntut Kasus George Floyd, IBM Setop Teknologi Pengenal Wajah

Smith menambahkan, Microsoft berencana membuat poin-poin tinjauan yang lebih jauh dari apa yang ada saat ini. Peninjauan itu akan dipakai untuk menentukan apakah teknologi pengenal wajah akan dipakai untuk kepentingan di luar penegakan hukum.

"Intinya kami ingin melindungi hak asasi orang-orang sembari teknologi ini digunakan," jelas Smith.

Dirangkum KompasTekno dari Washington Post, perusahaan-perusahaan di Silicon Valley mengalokasikan investasi yang cukup besar untuk mengembangkan teknologi pengenal wajah, baik untuk kebutuhan pemerintah atau bisnis.

Ilustrasi Face Recognition Technology atau teknologi pengenal wajah. (Shutterstock) Ilustrasi Face Recognition Technology atau teknologi pengenal wajah. (Shutterstock)
Teknologi itu juga dipakai untuk kebutuhan end user seperti teknologi pengenal wajah di smartphone dan media sosial.

Para pegiat hak asasi manusia memang getol menyuarakan kritik terhadap penggunaan teknologi pengenal wajah oleh kepolisian. Mereka menilai teknologi itu membuat banyak kasus salah tangkap.

Polisi bisa saja menangkap pelaku yang kebetulan mirip dari rekaman video kejahatan. Bahkan peneliti dari MIT Media Lab, baru-baru ini mengeluarkan laporan bahwa teknologi pengenal wajah cenderung bias terhadap ras tertentu.

Baca juga: Amazon Larang Kepolisian AS Pakai Teknologi Face Recognition

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X